PALIYAN-RABU WAGE | Dampak pandemi secara ekonomi makin dirasakan masyarakat Gunungkidul, khususnya pengusaha kecil bahkan menengah keatas yang menggantungkan kebutuhan hidup dari hasil usahanya.
Upaya pemerintah dalam membantu perekonomian rakyat untuk bertahan hidup begitu besar nilainya. dengan berbagai nama program yang berbeda-beda, namun tetap saja belum dapat dinikmati seluruh masyarakat terdampak.
Pemandangan seperti ini sering kita jumpai di berbagai sudut Desa atau Kalurahan nama saat ini, bahkan Kota Kecamatan atau Kapanewon.
Salah satunya Suyari warga Lemahbang Karangasem Paliyan Kabupaten Gunungkidul DIY. Pengusaha kerajinan perak (Filigry) ini bisa dikatakan gulung tikar semenjak adanya kasus wabah pandemi.
Laki-laki kelahiran 1965 ini merintis usahanya semenjak tahun 1993. Pasang surut usaha pernah ia rasakan.
Suyari mengatakan dampak terparah yang paling berat selama menjalani usaha ia rasakan semenjak April 2020 lalu hingga saat ini.
“Tahun 1997 ada bom Bali itu masih tidak berdapak tapi wabah Corona tahun ini dampaknya sungguh luar biasa. Kelompok saya sekitar 12 sampai 15 kelompok berhenti sampai Bulan Juni ini belum ada pesanan sama sekali. Jadi sudah tiga bulan ini berhenti sama sekali,” ungkapnya.
Kurang lebih 3 hingga 4 bulan, dirinya tak pernah lagi menerima pesanan. Selain barang yang ia produksi terdampak langsung pandemi diperparah dengan bekal pemasaran yang cukup minim.
“Awal April 2020 sebetulnya masih ada pesanan tapi langsung distop”, jelas Suyari saat ditemui di rumahnya Senin (15/06).
Bahkan Suyari mengaku tidak tahu pemasaran secara digital maupun sosial media.
“Kita hidup di kampung kurang mengetahui jual beli melalui internet. Kita mengakui kelompok saya nol sekali, jadi kita cuma setengah jadi aja jualnya”, ujar Suyari.
Anehnya hingga saat ini bantuanpun tak ia dapatkan, walau kita tahu banyak nama program bantuan yang sulit dihafal masyarakat awam lantaran saking banyaknya program, namun Suyari mengaku tak pernah mendapatkan.
Kepada awak media Suyari bercerita, sebelumnya yakni pada Rabu, (20/05/2020) lalu Suyari mendatangi Kantor UMKM guna meminta petunjuk serta arahan.
Alahasil Suyari diberikan banyak nomor yang mungkin saja dapat dihubungi untuk menawarkan pekerjaannya, namun tetap saja belum membuahkan hasil.
Selain itu Suyari menyampaikan, bahwa nama kelompok usahanya sudah terdaftar di Kantor UMKM Kabupaten Gunungkidul, hal itu ia ketahui saat Suyari datang pada Mei 2020 lalu.
Hingga saat ini Suyari belum dapat bergerak sama sekali bahkan untuk bertahan hidup dan makan sehari harinya ia pun menanam sayuran di kebun samping rumahnya untuk dikonsumsi.
“Kita saat ini yaa sedikit tanem-tanem ada polowijolah untuk menyambung hidup, karena kita juga tidak tahu sampai kapan ini pekerjaan saya itu datang lagi”, tambahnya.
Harapanya pemerintah dapat memikirkan nasib para pengusaha kecil seperti dirinya, dan semoga pandemi segera berlalu sehingga dapat menjalankan usahanya kembali.
“Harapan saya yo moga-moga wabah ini cepat hilang, kita sebagai pengrajin bisa bekerja seperti bulan-bulan sebelumnya”, pungkas Suyari. (WIN)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…