PATUK, Kamis Pon– Rochim, ustad dua zaman (Ordebaru dan Reformasi) menguraikan 3 amalan dalam puasa Ramadan. Menahan lidah, menahan perut, dan menahan parji merupakan kunci memasuki area simatupang (siang malam tunggu panggilan).
Ustad asal Padukuhan Plosokerep, Desa Bunder, Patuk mengatakan hal di atas di Masji Al Ikhlas, Putat Wetan, Desa Putat, Kecamatan Patuk (6/6), menjelang berbuka puasa.
“Menahan lidah bukan dalam batas pengertian berhenti makan, melainkan berbicara seperlunya. Tidak semua orang mampu melakukan amalan puasa tidak bicara,” terangnya.
Dia mengingatkan, gerak lidah (ucapan/perkataan) bisa membunuh, tetapi bisa pula menghidupkan. Cerita sejarah Nabi Isa AS, menerima mukjizat, mampu menghidupkan orang yang telah mati dengan wahana lidah sapi.
Ibadah puasa tidak makan di siang hari, lanjut Rochim, merupakan ibadah yang tidak bisa diwakilkan. Oleh sebab itu, ibada puasa tidak makan, soal ikhlas dan tidaknya, tidak bisa diketahui oleh sesama manusia. “Puasa menahan makan itu yang tahu hanya si pelaku dan Allah Aaza Wajala,” tegasnya.
Yang tidak kalah berat, demikian Rochim menambahkan adalah puasa parji, alias puasa menahan sex. “Tiga ibadah tersebut, puasa lidah, puasa perut dan puasa parji merupakan bagian dari bekal siang malam menunggu panggilan (simatupang),” tutupnya. (Bewe)
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…