BANDAR LAMPUNG, Kamis Pahing – Kementerian Koperasi dan UKM meresmikan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (KUMKM) Provinsi Lampung, bersamaan dengan peluncuran Kampung UKM Digital Kota Bandar Lampung.
“PLUT Lampung ini masuk dalam unit pelaksana teknis daerah (UPTD). Selain itu Kampung digital ini menjadi sangat penting untuk pelaku usaha KUMKM di kota Bandar Lampung,” jelas Yuana Sutyowati Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Rabu (9/8)
Ia mengatakan, PLUT KUMKM Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 51 PLUT KUMKM di Indonesia yang berlokasi di 24 provinsi dan 27 kabupaten dan kota.
PLUT KUMKM berperan untuk memberikan layanan pendampingan KUMKM di bidang kelembagaan, akses pembiayaan, sumber daya manusia, produksi, pemasaran atau kemitraan usaha dan akses IT.
PLUT KUMKM sebagai klinis bisnis yang berada dibawah koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota, diharapkan dapat berperan dalam pendampingan KUMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing KUMKM di pasar lokal maupun global.
Pembangun gedung PLUT KUMKM dilaksanakan oleh Kemenkop dan UKM melalui tugas pembantuan yang bersumber dari APBN pada tahun 2016.
“Investasi dari pembangunan gedung PLUT mencapai Rp 3,9 miliar. Selanjutnya aset gedung PLUT KUMKM akan dihibahkan kepada pemerintah daerah,” papar dia.
Menurutnya, hal di atas perlu mendapat perhatian dari semua pihak, baik unsur pemerintah maupun pelaku UMKM dan masyarakat umumnya.
Semua pihak diharapkan dapat mendukung strategi penguatan pasar dalam negeri dan secara bersamaan menyiapkan UMKM untuk mampu bersaing dan melakukan ekspansi melalui pasar ekspor.
Kerja sama dapat terlaksana atas sinegritas antar Pemerintah Provinsi dan swasta, salah satunya ialah dengan PT Telkom Indonesia yang menyediakan layanan fasilitas internet cepat U Meet Me, pelaku UMKM memasarkan produknya lebih cepat dan video conference dengan 20 rekan dalam satu waktu.
Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Lampung Bachtiar Basri menginstruksikan jajarannya untuk memelihara gedung PLUT dan mengoptimalkan bagi KUMKM agar bisa bersaing dengan provinsi lainnya.
“Jangan sampai gedung ini bangun lalu tidak dioptimalkan kayak rumah hantu,” pintanya.
Menurutnya, total koperasi sebagai Provinsi Lampung sesuai data Dinas Koperasi dan UKM provinsi ada 5.302 unit, dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 3.017 unit atau sebesar 57 persen dari total koperasi secara keseluruhan. Dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.266 orang.
Tak hanya itu, Provinsi Lampung juga telah memberikan bantuan perkuatan permodalan KUMKM, Bantuan Gerobak Sayur Pesan Kirim serta sertifikat uji kompetensi manajer.
Dalam kesempatan itu juga diberikan Kartu Anggota Koperasi Republik Indonesia (KKRI) oleh Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko dimana dalam kartu anggota tersebut ada asuransi jiwanya.
“Saat ini ada 32 koperasi dan 200 ribu anggota koperasi yang sudah terkoneksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sudah saatnya membangun koperasi dengan segala daya dan upaya. Dengan membayar hanya Rp 22.000 selama setahun anggota koperasi akan terlindungi dan dicover oleh asuransi Jiwasraya dan kedepannya kartu koperasi akan menjadi pembayaran di Indonesia. Agus (SPB)
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…