KETIKA seseorang menghadapi kesulitan, kebanyakan mereka mengeluh, sambat, grenengan bahwa Gusti Allah SWT tidak adil, tidak maha murah, tidak maha pengasih, tidak maha penyayang, dan tidak maha-maha yang lain.
Begitulah profil manusia yang tidak tahu diri. Mestinya jika menghadapi kesulitan manusia itu malah harus banyak bersyukur.
Mengapa harus banyak bersyukur? Sebab menurut Kaum Maiyah, kesulitan itu selalu melahirkan dan membangkitkan semangat berjuang untuk menghadang dan mengatasi kesulitan.
Allah, melihat model manusia yang suka berjuang melawan kesulitan, umpama boleh ditebak, adalah bangga karena kesulitan itu didatangkan untuk menguji keimanan seseorang, bukan untuk menghukum apalagi menyengsarakan.
Ini bukan pendapat pribadi, karena rumus alamiah juga datang dari Allah SWT.
“Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana,” Al-Baqarah: Ayat 220.
Dalam firman lain disebutkan, bahwa seseorang tidak akan dibebani kesulitan lebih dari kesanggupannya, lihat pada Al Baqarah Ayat 133.
Turunnya kesulitan, apa pun jenisnya berada dalam konteks kemahaperkasaan dan kemahabijaksanaan Allah SWT.
Formula dalam bentuk lain, Allah memberitahukan bahwa sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Lihat Al- Insyrah 5 dan 6.
Itu bocoran ilahiah, yang tidak ditangkap dengan baik oleh sebagian orang.
Seluruh manusia selalu dibersamai Allah SWT dan para MalaikatNya. Mereka tidak pernah soliter alias tidak pernah sendirian. Celakanya esel perjuangan manusia untuk melawan kesulitan banyak berkarat.
Allah SWT manjing atau berada di dalam kesulitan, maka minta solusi kepada-Nya dengan kerendahan hati dan kekuatan perjuangan adalah dua power akan menggetarkan pintu langit.
Kesulitan merupakan kenikmatan tersendiri bagi orang-orang yang berfikir
“Bukankah Allah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu manusia sebagai khalifah di Bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan yang lain? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.” An-Naml Ayat 62.
Indonesia dikuasai oligarki. Presiden Joko Widodo duduk di Istana Negara, menurut Prof. Salim Said karena banyak berhutang kepada oligarki.
Resiko ditanggung rakyat. Demokrasi (suara) begitu sering diperjualbelikan. Ini kesulitan politik benang kusut yang tak gampang diurai. Tetapi idak ada kesulitan yang dibiarkan Allah tak teratasi seperti tertulis dalam Al-Anfal: Ayat 53.
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Allah SWT selalu membersamai manusia karena Dia itu dekat, lebih dekat dari urat nadi manusia. Allah selalu berada di dalam kesulitan yang dihadapi manusia. (Bambang Wahyu)
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…