Categories: RELIGI

Unik, 2017 Botol Air Mineral Bekas Disulap Jadi Pohon Natal

RONGKOP, Jumat Kliwon-Peringatan Hari Raya Natal masih 25 hari lagi, namun geliatnya sudah nampak mulai sekarang. Di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baran, Padukuhan Kerdonmiri, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop bahkan telah berdiri pohon Natal yang unik hingga menarik perhatian masyarakat. Pohon Natal setinggi 7 meter, menghabiskan 2017 botol bekas air mineral.

Pohon Natal outdoor (luar ruangan) itu di launching di halaman induk GKJ Baran dihadapan 150 jemaat gereja. Lampu pohon Natal dinyalakan mulai pukul 18.00 WIB selama 12 jam setiap harinya sampai pergantian tahun baru 2018.

Masyarakat yang menyaksikan merasa kagum setelah lampu dinyalakan, sebab semburat warna-warni lampu yang indah tampak jelas dari jalan utama Baran-Wonosari.

“Unik dan kreatif, botol bekas bisa disulap menjadi sesuatu yang indah,” ucap Fitria Wulandari 16, warga Girisobo, yang berhenti menyaksikan lampu pohon Natal dinyalakan.

Menurut Pdt. Sabat dari GKJ Baran, pembuatan pohon Natal ini dikerjakan sebulan dengan tenaga 5 sampai 10 orang per hari. Bahan botol air mineral bekas diambil dari tempat wisata seperti Pantai Wediombo dan Sadeng.

“Untuk mengumpulkan botol aqua sebanyak 2017 botol tersebut melibatkan pemuda gereja dan karangtaruna,” kata Pdt. Sabat, Kamis sore (30/11).

Pendeta Sabat berpendapat, karena dibuat dari botol bekas yang sudah tidak terpakai bertujuan menciptakan nuansa gereja  go green artinya mengusung alam supaya tetap asri dan hijau, bebas dari  sampah plastik. Mungkin untuk Gunungkidul, ini sejarah pertama kali pembuatan pohon Natal menggunakan botol air mineral bekas sebanyak itu.

“Dengan launching ikon Natal GKJ Baran 2017, ini menjadi saksi sejarah atas lahirnya Komunitas Dewasa Muda (DeMu) dan kebangkitan GKJ Baran itu sendiri,” lanjut Sabat.

Selain itu, pohon Natal yang tercipta juga menjadi simbol kerukunan antar umat beragama di Kecamatan Rongkop.

“Karena dalam pembuatan pohon Natal air mineral bekas ini, kaum muslimin pun ikut andil dalam pengerjaannya,” tambahnya.

Disisi lain Pendeta Sabat berharap, setiap tahun akan selalu ada ikon baru yang akan diciptakan untuk perayaan Natal dan menyambut tahun baru. Kedepan ia berharap anak-anak muda lebih kreatif dan manpu berkreasi untuk menciptakan sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi berguna bagi alam sekitar. W. Joko Narendro.

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

7 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago