OPINI

TIGA INTELEKTUAL TEGA BERBOHONG

Kamis Wage-Setelah sebelumnya Indonesia dibuat kecewa oleh kebohongan Dwi Hartanto “The Next Habibie” dan Dr Taruna Ikrar, Indonesia lagi-lagi dibuat kecewa dengan munculnya “Dwi Hartanto” baru, yaitu HDS atau bisa dipanggil Krimi. Sebenarnya apa yang ada dipikiran para akademisi ini, sehingga tega membohongi Indonesia?

Melalui surat resmi yang dipublikasikan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft, Dwi Hartanto akhirnya mengakui berbagai klaimnya merupakan kebohongan. Dwi Hartanto merilis surat klarifikasi dan pernyataan maaf di atas materai Rp 6.000 secara resmi pada 07 Oktober 2017 yang lalu. Ia mengakui ketidakbenaran informasi tentangnya selama ini, baik mengenai pendidikan, riset, prestasi, dan hasil karyanya. (Sumber: mediaindonesia.com)

Atas berbagai pertimbangan, akhirnya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag pun kemudian mencabut penghargaan yang telah diberikan kepada Dwi.

Kemudian ada kasus lainnya yaitu kasus Dr Taruna Ikrar, yang mengklaim tentang nominasi nobel serta jabatannya sebagai dekan di Pacific Health University dan Presiden Bioblast Discovery.University of California (tempat Taruna Ikrar pernah bekerja) kemudian membuat penyataan resmi bahwa Dr. Ikrar tidak pernah dinominasikan nobel. Pada Senin (20/11/2017) melalui pesan singkat, Dr. Taruna Ikrar memberikan penjelasannya kepada kompas.com.

Baru-baru ini muncul Krimi, mahasiswa yang di DO dari UI namun kemudian diketahui diterima di program S1 International & Strategic Studies (Political Economy), Fakulti Sastera dan Ilmu Sosial, Universiti of Malaya, tahun 2014, dengan cara memalsukan transkrip nilainya. (Sumber: kumparan.com).

Masih belum cukup Indonesia dibuat kecewa dengan ulah beberapa intelektualnya, Kemenristekdikti bahkan melaporkan, hingga 2015, tercatat ada 243 kampus yang dinonaktifkan dan harus dibina karena kasus jual beli ijazah. (Sumber: beritasatu.com). Kampus abal-abal ini pada praktiknya hanya melakukan praktik jual beli ijazah, tanpa ada aktivitas perkuliahan. Berita ini tentunya sangat mengejutkan dan mengecewakan.

Kampus, yang dianggap sebagai tempat “suci” untuk menimba ilmu yang penuh intelektual, akademisi & ilmuwan-ilmuwan, tercemar gara-gara ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Dari sekian juta penduduk di Indonesia yang menimba ilmu di sekian ribu perguruan tinggi yang ada di Indonesia, mungkin hanya beberapa orang yang sebenarnya melakukan kecurangan dan kebohongan. Mungkin hanya satu kebohongan yang dibuat, diantara seratus prestasi lainnya. Namun imbasnya sungguh luar biasa. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Hal ini mencerminkan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih harus terus diperbaiki. Jangan sampai Indonesia kecolongan dan dikecewakan lagi. Jangan kemudian membabi buta tidak percaya kepada Dwi Hartanto, Dr Taruna Ikrar, dan Krimi serta para intelektual lainnya karena ke-khilafannya saat ini. Mungkin saja setelah ini mereka akan benar-benar berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Kita tunggu saja.

 

Penulis: Devi Erhma

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

2 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

2 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

2 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

2 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

2 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

2 hari ago