PENDIDIKAN

Upaya Mendidik Siswa Selama Masa BDR, Guru Kelas Satu SD Ini Mendapat Apresiasi Positif

KARANGMOJO-SABTU PAHING | Berbagai upaya dilakukan guru untuk mendidik para siswanya selama masa BDR, baik dengan sistem dalam jaringan maupun luar jaringan. Pilihan pembelajaran luar jaringan di masa pandemi seperti sekarang ini tentu bukanlah hal yang sederhana.

Seperti yang dilakukan oleh Anika Kurniawati (35) seorang Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, ia mengaku sejak awal mengajar 17 tahun yang lalu. 14 tahun lamanya selalu menjadi guru kelas satu. Saat ini ia bertugas di SDN Slametan, Padukuhan Kelor, Kapanewon Karangmojo.

Menurutnya, BDR tak bisa begitu saja berjalan tanpa upaya kongkrit. Terlebih, untuk mengajar siswa siswi kelas satu Sekolah Dasar memang bukan sesederhana yang dibayangkan. Seperti kurikulum TK yang sekarang, anak-anak pun belum dibolehkan mendapat materi baca tulis dan menghitung.

Lebih lanjut, ia menceritakan pada awal tahun pelajaran pun, ia harus bekerja ekstra untuk mendidik siswanya dengan belajar membaca menulis dan berhitung. Hal ini karena, kelas 1 SD sudah terdapat pelajaran tematik yang materi bacanya sudah cukup panjang.

“Kalau pembelajaran dengan tatap muka mereka bisa saya ajari langsung, kalau jam pulang yang bisa membaca lebih cepet ya pulangnya nanti bisa cepat,” ucap warga Padukuhan Nggelaran, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo ini.

Namun demikian, dengan adanya pandemi Covid-19, yang tak kunjung usai hingga tahun ajaran 2020/2021 ini dimulai, membuat Anika harus memutar otak. Terlebih empat belas siswa barunya tersebut belum sama sekali ia pahami karakternya.

Ia menambahkan, Empat belas siswanya tersebut ia bagi menjadi tiga rombongan belajar. Selama satu hari di luar hari kerja, yakni hari Sabtu ia mendatangi rombel siswa-siswinya tersebut.

“Saya minta izin ke ibu Kepala Sekolah untuk melaksanakan home visit, saya datangi rumah salah satu siswa saya jelaskan per lima siswa tadi,” ucapnya

Anika merasa tidak khawatir dengan penilainnya terhadap anak ajarnya. Ia bisa dengan jelas melihat progres masing-masing siswa baik sisi kemampuan menulis, membaca atau berhitung. Meski begitu, Anika mengaku ada kepuasan tersendiri lantaran, dengan menggunakan protokol covid-19 ia pun bisa mengenal siswanya lebih dekat.

“Kalau begini, saya bisa lebih dekat, tau bagaimana progres pembelajaran mereka,” katanya.

Sementara itu, Salah seorang wali siswa, Supatmi warga Slametan, sangat mengapresiasi metode yang dilakukan Anika. Supatmi mengaku tidak sabar mengajari putranya, khususnya dalam belajar membaca menulis maupun berhitung.

“Anak kan juga susah diatur kalau sama orangtua, kalau sama bugur biasanya lebih segan, trobosan Bu Anika ini sangat membantu kami,” tuturnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

1 hari ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago