“Karena di muka bumi ini tidak hanya manusia, ada hewan dan tumbuh-tumbuhan,” terangnya.
Sehingga nasi yang disebar itu, lanjut dia, tentu kehidupan lain, selain manusia juga bisa memanfaatkan dan menikmati, walaupun setahun sekali, tetapi hewan juga bisa kebagian dari hasil rizki yang didapatkan manusia.
Ayam, semut, tikus, kucing ataupun hewan lainnya sedikit bisa menikmati, kalaupun toh tidak dimakan hewan, pasti akan membusuk menjadi pupuk, untuk menyuburkan tumbuhan.
“Jangan semua serakah dikuasi manusia, jadi dari segi sosial, pemikiran nenek moyang kita dulu sampai kesitu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, semuanya menunjukan wajah-wajah yang senang dan penuh harapan. Berharap mendapat keberkahan dari tradisi rasulan yang sudah dilaksanakan warga Pengkol sejak turun temurun.
Seusai kenduri di Sendang Beji, merti Dusun Padukuhan Pengkol yang jatuh pada hari Senin Pahing, 01/07/2019, ditutup dengan pengajian akbar.
Tidak kalah menariknya, seusai pengajian masyarakat kembul bujono atau makan bersama-sama sekaligus berebut gunungan hasil bumi dan uang lembaran, yang sengaja disebar untuk diperebutkan masyarakat. (Jkn)
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…