“Karena di muka bumi ini tidak hanya manusia, ada hewan dan tumbuh-tumbuhan,” terangnya.
Sehingga nasi yang disebar itu, lanjut dia, tentu kehidupan lain, selain manusia juga bisa memanfaatkan dan menikmati, walaupun setahun sekali, tetapi hewan juga bisa kebagian dari hasil rizki yang didapatkan manusia.
Ayam, semut, tikus, kucing ataupun hewan lainnya sedikit bisa menikmati, kalaupun toh tidak dimakan hewan, pasti akan membusuk menjadi pupuk, untuk menyuburkan tumbuhan.
“Jangan semua serakah dikuasi manusia, jadi dari segi sosial, pemikiran nenek moyang kita dulu sampai kesitu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, semuanya menunjukan wajah-wajah yang senang dan penuh harapan. Berharap mendapat keberkahan dari tradisi rasulan yang sudah dilaksanakan warga Pengkol sejak turun temurun.
Seusai kenduri di Sendang Beji, merti Dusun Padukuhan Pengkol yang jatuh pada hari Senin Pahing, 01/07/2019, ditutup dengan pengajian akbar.
Tidak kalah menariknya, seusai pengajian masyarakat kembul bujono atau makan bersama-sama sekaligus berebut gunungan hasil bumi dan uang lembaran, yang sengaja disebar untuk diperebutkan masyarakat. (Jkn)
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…