“Karena di muka bumi ini tidak hanya manusia, ada hewan dan tumbuh-tumbuhan,” terangnya.
Sehingga nasi yang disebar itu, lanjut dia, tentu kehidupan lain, selain manusia juga bisa memanfaatkan dan menikmati, walaupun setahun sekali, tetapi hewan juga bisa kebagian dari hasil rizki yang didapatkan manusia.
Ayam, semut, tikus, kucing ataupun hewan lainnya sedikit bisa menikmati, kalaupun toh tidak dimakan hewan, pasti akan membusuk menjadi pupuk, untuk menyuburkan tumbuhan.
“Jangan semua serakah dikuasi manusia, jadi dari segi sosial, pemikiran nenek moyang kita dulu sampai kesitu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, semuanya menunjukan wajah-wajah yang senang dan penuh harapan. Berharap mendapat keberkahan dari tradisi rasulan yang sudah dilaksanakan warga Pengkol sejak turun temurun.
Seusai kenduri di Sendang Beji, merti Dusun Padukuhan Pengkol yang jatuh pada hari Senin Pahing, 01/07/2019, ditutup dengan pengajian akbar.
Tidak kalah menariknya, seusai pengajian masyarakat kembul bujono atau makan bersama-sama sekaligus berebut gunungan hasil bumi dan uang lembaran, yang sengaja disebar untuk diperebutkan masyarakat. (Jkn)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…