WONOSARI-RABU LEGI | Warga seantero dunia selama 14 bulan lebih, dihitung dari Maret 2020 hinnga awal Mei 2021, dikekang ketat tidak boleh berdesak-desakan. Berani duduk maupun berdiri secara berhimpitan resiko paling fatal adalah nyawa melayang karena dicopot ‘Malaikat Pandemi.’
Hidup secara tertib menjaga jarak, menurut Slamet S.Pd. MM selaku politisi dan pengamat sosial di awal Mei 2021 mulai kendor dan diabaikan.
“Om saya pulang dari Jakarta naik bus angkutan umum kapasitas tempat duduk 50. Beliau bahkan rela berdiri berdesakan, bahkan tanpa masker, karena bus penuh sesak,” ujar Slamet di Rumah Hena, dalam acara buka bersama dengan Pengurus PTMSI Gunungkidul, 3-5-2021.
Kabar bahwa setiap penumpang bus harus rapit test dan seleksi super ketat itu hanya ada dalam dunia berita. Prakteknya tidak pernah terjadi.
Slamet yang saat ini aktif sebagai Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Gunungkidul justru teringat pepatah lama Alah bisa karena biasa.
Slamet bertutur bahwa peribahasa tersebut memiliki sekurang-kurangnya tiga makna.
Pertama, segala kesukaran tidak akan terasa lagi apabila sudah biasa.
Kedua, sesuatu yang pada awalnya dirasakan sulit bila sudah biasa dikerjakan akan menjadi mudah.
Ketiga, sesuatu hal yang sudah pernah dilakukan akan terulang kembali, tanpa ada rasa bersalah, karena sudah biasa.
Buka bersama di berbagai tempat, seperti di Taman Kuliner jantung kota Wonosari duduk secara berhimpitan sepertinya menjadi pemandangan yang lumrah.
“Warga mulai melupakan apa itu pandemi. Nah yang ketakutan justru Pemerintah,” ulas Slamet.
Padahal, demikian Slamet menunjuk contoh, pengunjung pasar tradisionalnya, pasar modern, termasuk sejumlah destinasi wisata, Pemerintah justru membiarkan pengunjung saling berhimpitan.
“Alah bisa karena biasa. Pemerintah mau apa kalau sebagian warga sudah pada nekad. Mati itu hak prerogatif Gusti. Ini yang bakal terjadi masa depan dunia terkait pandemi,” pungkas Slamet. (Bambang Widayadi)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…