WONOSARI – Sabtu Pon | Ini sebatas mengingatkan, agar pada musim kering penduduk aman, di musim penghujan warga tetap nyaman.
Mari berkaca pada Kabupaten Gunungkidul yang selalu berada di dalam dilema. Musim panas kekeringan, musim hujan kebanjiran. Menurut pengamatan saya, dalam hal ini ada hukum keseimbangan yang dilanggar.
VIDEO TERBARU :
Kedua pasangan cuaca yang berbeda tersebut (panas-hujan) sesungguhnya adalah sama-sama berkah. Mengapa sering berubah menjadi bencana? Inilah yang perlu dibedah dengan cara mawas diri.
Kekurangan air dan banjir adalah akibat, bukan sebab. Dalam hal ini, manusia telah melakukan banyak pelanggaran, namun tidak pernah disadari.
Semua berawal dari kebijakan yang tidak tepat. Memilih menanam pohon jati, mahoni, akasia, sengon, yang dalam jangka tertentu akan diunduh batangnya, dipikir secara masak tidak menguntungkan.
Secara faktual, panen kayu (penebangan) sulit untuk dikendalikan, karena tuntutan kebutuhan. Kulit bumi, yang secara normatif 30 % harus tertutup oleh tajuk dedaunan, sulit dicapai. Akibatnya, sulit air di musim panas, terjadi banjir di musim penghujan.













