WONOSARI – Sabtu Kliwon | Bakal calon pasangan dari jalur perseorangan, Anton Supriyadi, ST dengan Suparno, SH, MH dikabarkan menemui hambatan serius dalam mengentry dukungan ke dalam sistem informasi pencalonan (silon).
Heri Sulistyo, salah satu tokoh yang diberi kewenangan menangani entry silon menyatakan, hingga minggu ke empat Januari 2020, teamnya baru menyelesaikan 31.000 dari target 45.000 dukungan.
“Kami memutuskan berhenti bekerja, dan memilih balik kanan,” ujar Heri Sulistyo, via aplkasi WhatsApp, (24/01/20).
Dia menepis, tidak bersedia merinci alasan soal berhentnya team silon Anton Supriyadi, meski di dalamnya tersirat adanya ketidaksepahaman soal honorarium tenaga kerja pengentry dan pengumpul data.
Walapun Anton Supriyadi berusaha membuat team baru, menurut Heri Sulistyo, terkait batas waktu penyerahan dukungan, kecil kemungkinannya untuk bisa terselesaikan.
“KPU mematok, tanggal 15 hingga 19 Februari 2020 syarat dukungan itu harus selesai dan fisik dukungan (berkas KTP) harus diserahkan,” ujarnya.
Apakah Anton Supriyadi dan Suparno bakal terlempar dari kompetisi pilkada 2020 dari calon perseorangan, Heri menyebutkan tergantung dua hal.
“Pertama, silon harus rampung paling tidak 31 Januari. Dua minggu awal Februari digunakan untuk koreksi. Kedua, lolos dari lubang verifikasi KPU,” terang Heri Sulistyo.
Sejauh yang dijelaskan Heri Sulistyo, Anton Supriyadi belum bisa diklarifikasi. Sementara Ketua KPU Gunungkidul menyatakan, silon perorangan masih terus ditunggu.
“Belum ada laporan masuk,” ujarnya. (Wahyu)













