Sapi Mati Mendadak Terus Bertambah, Belum Dapat Dipastikan Terjangkit Anthrax

2781

WONOSARI – Sabtu Kliwon | Sapi milik Suharno warga Siraman 1, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, mati mendadak Sabtu (25/01/2020) malam.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang rentetan kasus sapi mati mendadak di Kabupaten Gunungkidul karena dugaan terjangkit virus antraks.

Suharno menyampaikan, sebelum ditemukan mati, sapinya baru saja dibeli dengan harga 12 juta di Pasar Hewan Siyono Harjo, Jum’at (24/01/2020) kemarin.

“Saat dibeli sapi nampak baik-baik saja, namun sampai di rumah kondisinya melemah, bahkan sapi tidak mau makan dan hanya minum saja,” terangnya.

Suharno menceritakan, sapi terkadang hanya duduk, tidak mau berdiri. Sebelumnya, hewan ternaknya sudah dipanggilkan Puskeswan untuk dilakukan penyuntikan, namun akhirnya sapi tersebut mati.

“Sapi saya beli dari pedagang, warga Pulegundes, Desa Tepus. Tidak tau kenapa sampai di rumah malah lemas terus mati, untuk luka saya tidak memperhatikan jelas, namun memang ada beberapa luka berdarah di bagian kaki,” katanya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.