Dokter Hewan Bergulat dengan Penyakit Menular Dua Kali 

1668

WONOSARI-SENIN KLIWON | HIDUP di tengah penyakit menular, harus seirama dengan tatanan alam. Dengan cara begitu, manusia akan lolos seleksi, dalam arti mampu bertahan hidup.

Drh. Retno Widyastuti Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bercerita, bahwa pernah merasakan dekat dengan penyakit menular sebanyak dua kali.

“Pertama saat flu burung mewabah tahun 2004, dan kedua ketika geger anthrak di Gunungkidul pertengahan tahun 2019 silam” ujar drh. Retno 4 Mei 2020.

INFO HARI INI-TEMBUS 1000 LEBIH ODP, KETUA DEWAN MELAKUKAN KUNJUNGAN MENDADAK

Dalam menangani anthrak, drh. Retno harus pegang langsung. Meski mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), menurutnya perasaan takut tetap saja nenghantui.

Dan yang paling dia khawatirkan adalah kemungkinan membawa bibit penyakit itu  ke rumah.

Setiap tiba di rumah, kata drh. Retno,  cepat cuci motor, sepatu booth, mandi,  baru kumpul bersama kekuarga,

Ketika suami  dulu masih di tanah rantau, dan harus bertugas malam hari dia punya keyakinan, niat nenolong sesama  pasti terlindungi.

Bismillah, demikian drh. Retno berucap sembari melangkah menyelesaikan tugas.

Terkait Covid-19 drh. Retno tidak terlibat, tetapi dia mengaku bisa merasakan betapa berat tugas tersebut.

Menurutnya begitulah manusia, dia  menjalankan tugas sekaligus menjalani takdir. Hidup dan mati sudah diatur, kata dia.  Bambang Wahyu Widayadi

INFO HARI INI-WARGA GUNUNGKIDUL TEMUKAN HARTA KARUN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.