SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Terapkan Konsep Wisuda Drive and Thru

1685

PLAYEN-SABTU LEGI | Wisuda dengan konsep “drive and thru” pastinya masih asing di telinga kita. Meski acara pelepasan para siswa tetap dilaksanakan di sekolah, Namun penyelenggaraannya pun dibuat berbeda, dengan tahun-tahun sebelumnya.

Acara pelepasan siswa tidak lagi dilaksanakan di dalam gedung dengan mengumpulkan seluruh siswa dan walinya, namun dibuat secara “drive and thru”, dimana para siswa dan wali mengantre masuk ke sekolah, di atas kendaraan masing-masing. Ketika sudah mendapat giliran, siswa turun dari kendaraan, selanjutnya dicek suhu tubuhnya. Jika suhu tubuh normal, siswa dipersilakan menuju panggung.

Di Kabupaten Gunungkidul, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin menjadi satu-satunya sekolah yang menerapkan wisuda dengan cara drive and thru.

 

 

Sebanyak 105 siswa-siswi Kelas lX mengikuti wisuda dengan konsep tersebut. Dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing sesi, diikuti dua kelas. Siswa diantar oleh orangtua berhenti di gerbang belakang sekolah.

Satu per satu mereka dicek suhu tubuhnya, kemudian disemprot cairan handsanitizer. Setelah itu, siswa-siswi kemudian dipersilakan untuk mengenakan sarung tangan. Baru naik ke atas panggung dan menerima ijazah.

“Konsep ini memang kami coba, lantaran di tengah pandemi yang mengharuskan adanya social distancing, kami pastikan tidak ada kerumunan dan terbebas dari Covid-19,” ujar Kepala SMP Al Mujahidin, Agus Suroyo di sela-sela wisuda, Sabtu (04/07/2020) siang.

 

Lebih lanjut, Agus mejelaskan, setelah mengambil berkas kelulusan, para siswa kemudian keluar melalui pintu masuk sekolah. Orang tua dipersilakan menjemput putra-putrinya di gerbang depan sekolah.

Meskipun di tengah pandemi, pihak sekolah tetap melaksanakan wisuda sebagai bentuk apresiasi kepada para siswa. Harapannya para siswa mampu mengambil hikmah dari pandemi Covid-19.

“Orang tua tidak ikut, tidak turun dari kendaraan jadi sangat minim kontak antara satu dengan yang lainnya,” jelas Agus.

Sementara itu, salah satu siswa Fadlan Zufli mengapresiasi wisuda unik ini. Menurutnya wisuda drive and thru seperti ini cukup efisien di tengah pandemi.

“Dari awal datang, suhu kami dicek kemudian disemprot handsanitizer, lalu diberikan sarung tangan tanpa bersalaman hanya menerima berkas dan selanjutnya langsung pulang,” ucap Fadlan, sambil tersenyum bahagia. (Hery)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.