WONOSARI-RABU KLIWON | Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul bersiap intensifkan Operasi Yustisi menghadapi libur panjang 28-30 Oktober 2020 kemudian dilanjutkan pada tanggal 31-01 November 2020 mendatang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono, mengingat libur panjang tentunya, menurut Harry, akan banyak wisatawan luar daerah yang akan berwisata di Gunungkidul.
“Kami tetap mengandalkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Uji Coba Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang sudah dijalankan,” katanya pada Selasa, (20/10/2020) sore.
Harry menjelaskan, hingga saat ini untuk tahap Uji Coba tercatat 29 destinasi telah dibuka. Dengan penggunaan aplikasi Visiting Jogja dan E-Ticketing, tentunya akan lebih dioptimalkan.
Kedua aplikasi ini, dikatakan Harry, berguna sebagai pendataan pengunjung serta pembayaran retribusi secara non tunai.
“Rombongan dalam jumlah besar juga masih dilarang masuk ke dalam destinasi wisata, utama dari luar wilayah atau zona merah,” ucapnya.
Senada dengan Herry, Wakapolres Gunungkidul Kompol Supriantoro mengatakan, pihaknya telah siap menerjunkan personel untuk pengamanan saat libur panjang.
Melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas), ditambahkan Supriyantoro, koordinasi khususnya dilakukan. Pengamanan yang akan dilakukan meliputi rekayasa lalu lintas hingga pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan.
Supriyanto menyebut, Operasi Yustisi akan dilakukan di titik strategis, di mana semua kendaraan wisatawan yang akan masuk berwisata akan dicek oleh petugas.
“Wisatawan akan dicek mengenai penggunaan masker, karena itu kami mohon kerjasama dari para wisatawan saat libur panjang nanti,” pungkasnya. (Hery)













