DAS Oyo Berulang Kali Digarap, Berujung Gagal

1626

PLAYEN, SELASA WAGE-Tidak sediki pegiat wisata Gunungkidul tertarik pada keasrian Sungai Oyo. Tepi utara Rest Area, terutama sisi timur jembatan Bunder, beberapa kali dicoba digarap menjadi wisata air, tetap gagal.

Suhartoyo (35) warga Padukuhan Banaran IV, Desa Banaran, kecamatan Playen, Gunungkidul, mengaku pernah mengelola beberapa kano (perahu tanpa mesin tempel) untuk berdayung sampan. Kegiatan tidak umur lama, karena warga setempat cemburu.

Kala itu, warga sekitar Rest Area mempersoalkan ijin penyelenggaraan wisata air. Meski yang dia garap stausnya adalah Daerah Aliran Sungai (DAS), Suhartoyo mundur, karena kalah dalam berargumentasi. Memang, menurut pengakuan Suhartoyo, masyarakat Bunder kala itu membenarkan bahwa kegiatannya berada di kawasan DAS Oyo.

“Tetapi lahan parkir itu bukan tanah sampean,” demikian Suhartoyo menirukan desakan warga, (20/11).

Suhartoyo tahu persis, bahwa kawasan Rest Area merupakan area hutan milik Pemda DIY. Tetapi untuk menghindari cek-cok bekepanjangan, dia memilih membatalkan permainan perahu kano.

Sebelumnya, Wastoyo, seorang PNS warga Desa Gading juga pernah mengelola DAS Oyo, seperti yang dilakukan Suhartoyo. Tetapi karena persoalan biaya operasional, dia menghentikan kegiatan.

Sejauh pemantauan media, ada lagi warga yang aktif di erea yang sama. Dua pasang gethek (rakit) dicincang dengan tampar plastik dibiarkan mangkrak di tepi Oyo.

Para pedagang yang mangkal di Rest Area ketika dimintai keterangan tidak satupun mengetahui nama pemilik rakit tersebut.

“Patut diduga, pemilik membatalkan kegiatan karena soal biaya operasional, atau juga berbeda pandangan dengan warga setempat,” ulas Suhartoyo. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.