Cara Baru Penanggulangan Kemiskinan Gunungkidul Berbasis Data Desa

1344

WONOSARI-SENIN WAGE | Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto selaku Ketua Team Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) menyatakan, turunnya angka kemiskinan bergerak lambat salah satu faktor penyebabnya adalah pandemi. Dengan strategi baru, tahun pertama pemerintahan Sunaryanta Heri Susanto angka kemiskinan bisa ditekan?

Wabup sebatas menyoroti fenomena 2 tahun terakhir, tidak 10 tahun selama pemerintahan Badingah-Immawan Wahyudi.

“Akibat pandemi memang belum bisa berharap banyak, tetapi kami terus berupaya untuk melakukan pemetaan potensi melalui SID/Sidasamekta,” kata Heri Susanto, di ruang kerjanya, Senin 29-11-2021

Harapannya, lanjut Wakil Bupati Heri Susanto, pemerintah mempunyai baseline data dari bawah. Fungsinya dijadikan pijakan dalam membuat perencanan program dan kebijakan yang lebih terukur, terarah sekaligus tepat sasaran.

Data kemiskinan di 18 Kapanewon, 144 Desa, 1.431 Padukuhan dijadikan rujukan pokok untuk menekan angka kemiskinan di Gunungkidul.

Mendayagunakan Sidasamekta merupakan strategi baru di luar cara klasik yang sebatas mengadopsi hasil survey Badan Pusat Statistik.

Sayangnya, Heri Susanto tidak memberikan jaminan soal akurasi data kemiskinan yang difilter melalui sistem infomasi desa yang dimaksud.

Tanggal 26 Februari 2022 adalah setahun taanggungjawab Heri Susanto sebagai Ketua TPKD Gunungkidul.

Angka kemiskinan 17,4% turun atau justru naik, penjelasannya ditunggu publik. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.