Sistem Informasi Desa (SID) Tidak Bisa Dijadikan Sumber Data Kemiskinan

1943

PLAYEN-SENIN WAGE | Mantan Lurah Banyusoco, Playen, Gunungkidul Sutiyono menyatakan bahwa SID bisa dijadikan sumber data kemiskinan adalah salah alamat. Alasannya SID tidak disiapkan untuk keperluan pendataan kemiskinan.

“SID digagas agar desa secara terbuka biasa menampilkan segala macam kegiatan kepada publik seperti APBDes dan kegiatan pembangunan wilayah,” ujar Sutiyono, Senin 29-11-2021.

SID, lanjut Sutiyono bukan sumber data kemiskinan. SID adalah sistem informasi desa.

Konsep dasar keterbukaan dan transparansi desa dimulai dari SDM yang paham tentang jurnalisme. Itu sebabnya pengelola SID dilatih menulis berita yang isinya adalah seluruh aspek kegiatan penting yang patut diketahui publik.

Merujuk referensi daerah, Kamis, 15 Agustus 2019, BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) #pemanfaatandata SID Berdaya dan SIKAB.

Hal tersebut diperuntukkan bagi pendamping SID tingkat kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan pelatihan difasilitasi Combine Resource Institution (CRI) sebagai lembaga penyedia sumber daya pengetahuan SID.

Di 144 desa, kata Sutiyono, lahirlah wartawan desa yang rata-rata perangkat, untuk mengisi SID. Jadi salah alamat kalau SID dijadikan sumber data angka kemiskinan.

“Sistem Informasi Desa oleh sebab itu tidak bisa dijadikan basis data kemiskinan, kecuali BAPPEDA GunungkIdul melakukan pelatihan kepada perangkat,” simpul Sutiyono. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.