Generasi Gunungkidul Masih Ada Yang Berpegang Budaya Pawukon

1343

WONOSARI-SELASA PON | Kalangan masyarakat Jawa, istilah Wuku telah lama dilupakan. Perwukuan dianggap selain takhayul juga tradisional dan kolot. Eloknya, generasi yang lahir tahun 70-an masih sempat belajar soal Pawukon.

Seorang priya paruh baya mengaku bernama Sekutrem (bukan nama sesuai KTP) yang lahir tanggal 9 November tahun 1970 datang ke Padepokan Ki Ageng Sore ( ini juga nama samaran ) di Kaki Gunung Api Purba.

Sekutrem bertanya banyak hal, terutama soal Pawukon perbintangan dan yang lain. Tahun 2022 Sekutrem berumur 51 tahun.

“Ki Ageng, tanggal lahir saya dilihat dari sisi Pawukon gambarannya seperti apa,” tanya Sekutrem yang tetap menyembunyikan jati dirinya karena di zaman moderen masih percaya soal Wuku.

Sampean, jawab Ki Ageng Sore, lahir pada pengaruh wuku Medangkungan.

Karakter Wuku Medangkungan memiliki kecenderungan senang merantau, sayang pada apa yang menjadi miliknya. Ia juga pandai berbicara dan gemar memberikan ajaran. Tetapi Kadangkala suka lupa diri dan suka pamer. Juga mudah diperdaya oleh orang lain.

Berkaitan dengan zodiak bagaimana Ki Ageng, demikian Sekutrem mengejar ke hal yang lebih populer.

“Umumnya, Scorpio dikenal sebagai sosok yang tekun, ambisius, dan pekerja keras. Sangat dermawan, rendah hati, dan suka membela kaum yang lemah. Karakter dan sifat zodiak Scorpio memiliki insting kuat serta selalu berpegang teguh pada peraturan yang diyakini,” tutur Ki Ageng Sore, di Padepokan Kaki Gunung Api Purba 1-2-2022.

Jika dilihat dari Shio Anjing, lanjut Ki Ageng Sore, Anda adalah sosok yang setia. Shio Anjing adalah perlambang sosok yang mau belajar dan pintar. Selain itu, Shio Anjing juga merupakan sosok yang gemar menolong orang lain. Bahkan, orang yang berada di bawah pengaruh Shio Anjing akan lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri.

“Soal pekerjaan yang cocok, adalah menjadi pengrajin atau tukang kayu, desainer, seniman dan wirausahawan jualan sembako (sembilan bahan pokok). Tetapi tidak tertutup kemungkian di luar itu,” kata Ki Ageng Sore.

Disarankan, jika gemar menyimpan tosan aji alias keris, menurut Ki Ageng Sore yang cocok adalah jenis Sabuk Inten, Sabuk Tampar, Carang Soka dan Pandawa. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.