Fantastis, Ulat Jati Penghasilan Musiman Warga Gunungkidul

1545

WONOSARI – Rabu Pon | Booming selama satu bulan terakhir, karena kemunculan ulat jati di Kabupaten Gunungkidul. Selain menjadi santapan nikmat bagi warga Gunungkidul, harga ulat jati ini terbilang fantastis.

Sayangnya saat ini berangsur surut. Ulat bermetamorfosis menjadi kepompong (ungkrung) dan akan segera berubah menjadi kupu-kupu.

 

 

Harga “ungkrung” nama keren dari kepompong ulat jati bahkan setara dengan daging sapi, yakni mencapai 80 hingga 150 ribu/kg. Hal ini tentu menarik minat warga Gunungkidul untuk memburu ungkrung di sejumlah tempat.

Haryono (39) warga Padukuhan Girimulyo, Desa Macanmati, Kecamatan Panggang mengatakan, ia rela mencari ungkrung hingga perjalanan puluhan kilo, yakni di Padukuhan Singkar, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, bersama anak dan istrinya.

“Kalau di wilayah saya tidak ada, saya juga baru pertama kali ini nyari, kalau dapat banyak saya jual, kalau dapat sedikit saya konsumsi sendiri,” katanya, Selasa (07/01/2020).

Banyak cara untuk bisa menikmati ungkrung, mulai dari digoreng dengan bumbu pedas atau manis.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.