Silaturahmi Politik Gaya Tawon Madu

1304

PLAYEN, RABU KLIWON-Filosuf Jerman, Max Horkheimer menyatakan, manusia memiliki kemampuan mimesis (meniru) dalam segala hal. Di bidang politik kemampuan meniru dipraktekkan Slamet, S.Pd. MM, anggota DPRD DIY yang berkompetisi ulang pada pemilu 2019.

Mirip lebah pekerja, penghasil obat (madu), Slamet bergerak di 1.431 titik, bahkan lebih, untuk keperluan menjaring suara, agar bisa kembali duduk di kursi DPRD DIY 2919-2024.

Tidak pandang bulu, titik yang dia datangi kadang besar kadang kecil. Sebagaimana lebah, Slamet tidak pernah menampik bunga.

Filosofi lebah, seperti yang banyak diketahui orang, hinggap di mana pun tidak pernah ada cerita ranting yang patah. Kehadiran lebah, secara kodrati justru melahirkan peradaban simbiose mutualistik. Bunga, meraih penyerbukan sempurna, lebah membawa madu untuk makanah bagi calon generasi berikutnya.

Tawon dan bunga tidak pernah mengkalkulasi, kamu memperoleh apa, saya kebagian berapa. Demikian pula Slamet, ketika ketemu Suhartoyo warga Banaran IV di Musium Kayu Wanagama, (20/11).

“Niat saya menyambung tali persahabatan,” ujar Slamet saat bertatap muka dengan Suhartoyo dan 6 personil lain penjaga Musium Kayu.

Di tengah hutan, Slamet hanya ngobrol ngalor ngidul, foto bersama istri, disamping juga menanyakan fungsi musium kayu bagi warga seputar hutan.

“Ya cuma gitu-gitu aja. Gak ada lain, kecuali minta dua botol madu ke Mas Suhartoyo untuk obat,” pungkas Slamet. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.