WONOSARI, KAMIS LEGI-Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady, SH, SIK tidak percaya terhadap penilaian bahwa kamtibmas menjelang pemilu 2018, Gunungkidul memiliki kerawanan tinggi kedua, setelah Sleman. Kapokres membantah pernyataan Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, terkait kerawanan kamtibmas yang dimaksud.
Dia termasuk menepis pernyataan Is Sumarsono, Ketua Bawaslu Gunungkidul, pada saat Rapat Koordinasi Forkompinda Gunungkidul bersama KPUD, di Rumah Dinas Bupati, Rabu (21/11).
“Data kamtibmas yang disampaikan KPUD Propinsi maupun KPU Pusat, bahwa Gunungkidul merupakan daerah rawan kedua setelah Sleman, diragukan, karena Polda tidak menyatakan demikian,” bantahnya.
Dia menegaskan, jika Gunungkidul memang merupakan daerah rawan kedua, maka pihaknya akan meningkatkan pengamanan di semua lini. Aktualisasinya, lanjut Kapolres, akhir bulan November 2018 pihaknya akan melaksanakan pengamanan Kantor KPU dan Bawaslu.
“Itu sudah ada Telegram Rahasia (TR) dan dianggarkan Mabes Polri. Kami akan melaksanakan koordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk menempatkan personil,” jelasnya.
Ahmad Fuady menegaskan, jajaran Polres Gunungkidul bersama Kodim 0730, dan Kajari siap mengawal tahapan pemilu 2019. (Joko)






