Nasdem Bertekad Congkel Politik Mahar dan Broker Tanah

1220

WONOSARI, SELASA WAGE – Bila berhasil berkuasa di Gunungkidul, dua mimpi besar Partai Nasdem adalah menbersihkan politik mahar dan menyingkirkan broker tanah. Dua hal itu menghambat laju akselerasi perubahan.

Pernyataan di atas merupakan komitmen H. Subardi, selaku Ketua DPW Partai Nasdem DIY. Dia, pekan lalu bicara terang-terangan kepada wartawan di salah satu rumah makan pusat kota Wonosari.

Pilkada Gunungkidul 2015, demikian Subardi menunjuk contoh, Nasdem dengan modal 2 kursi, bersama PAN 7 kursi berhasil mengusung pasangan Badingah-Immawan. Boleh cek ke Bu Badingah, kata Subardi, saat itu Nasdem mempelopori politik anti mahar.

Persoalan yang tidak kalah penting, Nasdem bertekad mengundang investor kelas kakap. Untuk memajukan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurut Subardi Gunungkidul memerlukan duit dalam satuan trilyun, bukan hanya milyard.

Pemilik modal yang saat ini menguasai tanah di Gunungkidul itu bukan investor. Mereka itu broker tanah. Subardi mengaku tahu persis, siapa sesungguhnya mereka.

“Saya tahu, karena mereka rombongan saya,” kata Subardi.

Mereka membeli tanah di Gunungkidul dengan harga murah, 25 sampai 100 ribu rupiah permeter. Ke depan mereka bisa jual Rp 1 juta per meter persegi.

“Siapa mereka? Saya tidak perlu sebut nama,” ujar Subardi.

Saat ini, para broker ini sedang mencari jalan untuk bertemu dengan investor yang sesungguhnya. Gunungkudul, menurut Subardi tidak butuh broker tanah, melainkan investor. Nasdem, kata dia, memiliki akses ke rumah investor. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.