WONOSARI-SABTU LEGI | Data potensi debit air bersih kapasitas produksi PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul dalam rekaman RPJMD 2021-2026 berada di empat titik.
Titik tersebut di Wonosari 289, Seropan 962, Bribin768, serta Baron 1005, total 3024/Liter/detik. Sumber dari review Rispam 2017.
“Telah digunakan per liter per detik Wonosari 143,5; Seropan 127,2; Bribin 94,12; Baron 134/L/detik; total 498,8/Liter/detik,” demikian tulis dokumen tersebut.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho membenarkan,” Memang iya. Mari ditunggu kabar baiknya. Saat ini sedang komunikasi dengan Pusat,” kata Heri Nugroho, 3-6-2022.
Apakah angka di atas tahun 2021 ada perubahan, Dirut PDAM Tirta Handayani belum bersedia membuka dokumen.
Yang jelas, di Seropan mau ditambah Bak. Gunung di sebelah Bak lama mulai diratakan. Bak baru itu menurut Toto Sugiharta Dirut PDAM berkapasitas 100/L/detik.
“Seropan, dengan demikian tahun 2023 berkapasitas lebih kurang 230/L/detik,” ungkap Toto Sugiharta, 3-6-2022.
Tahun ini, demikian pengakuan Dirut PDAM Tirta Handayani telah mensuplay 17 Kapanewon. Yang belum hanya Patuk.
Soal berapa sambungan rumah (SR) yang terpasang jumlahnya berapa ratus ribu juga tidak dijelaskan.
Faktanya warga Gunungkidul menurut data 2022 yang belum diperbaharui 774.246 jiwa memerlukan air bersih dari berbagai sumber, mulai dari sumur dangkal, sumur bor, SPAM Des/Dus, SPAM IKK, PAH dan yang lain.
Agustus 2022 perlu ditunggu, benarkah warga mulai ketercukupan air bersih kemudian Pemkab Gunungkidul stop droping air?
Ini termasuk salah satu tuntutan warga terhadap Bupati Sunaryanta.
Agus Subariyanto, Kabid Cipta Karya DPUPR, saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban sepatah kata pun. (Bambang Wahyu)













