PLAYEN-MINGGU WAGE | Mardiyo, Dukuh Sawah Lor, Desa Banyusoso, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul merasa prihatin terhadap salah satu warganya yang harus berjuang melawan penyakit yang tiba-tiba menggerogoti paru-parunya.
“Sepulang dari rumah sakit, Wasisno (46) warga kami di Padukuhan Sawah Lor, Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen saat ini hidupnya tergantung pada oksigen,” ucap Dukuh Mardiyo di rumahnya, 17-7-2022.
Menurutnya, dalam 11 jam dia menghabiskan oksigen satu tabung besar, harus ditambah dengan tabung kecil. Jika dalam 30 menit tanpa oksigen badan Wasisno panas, kepala pusing dan sakit.
Sebelumnya, terang Mardiyo, Wasisno dirawat di Rumah Sakit Nur Rohmah selama 10 hari, di RSUD Wonosari 7 hari. Pihak rumah sakit sudah mengijinkan pulang tetapi Wasisno harus memakai oksigen setiap hari, sebelum kondisinya pulih total.
Sebelum sakit, di keseharian Wasisno bekerja buruh serabutan di pasar. Selama dia sakit tidak ada lagi yang mencari nafkah untuk istri dan kedua anaknya. Untuk makan sehari-hari mengandalkan uluran tangan dari tetangga serta para donatur.
Soal makan, seperti yang diceritakan Dukuh Mardiyo, tidak menjadi masalah. Yang menjadi bahan pemikiran para tetangga, kata Mardiyo adalah cara mencari dana untuk membeli oksigen demi kesehatan Wasisno.
“Tabung besar harganya Rp 100 ribu, sementara tabung kecil isi ulang Rp 35 ribu rupiah. Ini PR berat bagi kami,” tegas Mardiyo.
Dukuh Sawah Lor tidak putus meminta, bahwa donatur lain menaruh peduli terhadap kesehatan Wasisno dalam arti sudi mengulurkan bantuan untuk pengadaan oksigen.
Sebatas tambahan informasi, Wasisno tidak menerima bantuan sosial dari Pemerintah seperti PKH misalnya.
(Bambang Wahyu)






