Gunung Merapi Kembali Bergolak

1092

DIKUTIP dari narasi MAGMA, Gunung Merapi Rabu 26 Oktober 2022 pukul 08.00 WIB bergolak.

Laporan MAGMA menyebutkan, terjadi 9 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-6 mm, lama gempa 36.2-129.2 detik. Ditambah 3 kali gempa hybrid / fase banyak dengan amplitudo 4-7 mm, S-P 0.3-0.5 detik, durasi gempa 8.2-8.6 detik.

Laporan tersebut menambahkan, terjadi 8 kali gempa belakang dalam, dengan amplitudo 4-11 mm, S-P 0.4-0.7 detik, lama gempa 7.1-11.6 detik.

Kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Masyarakat dihimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Status Gunung Merapi Level II Waspada dinaikan menjadi Siaga Level III sejak 5 November 2020 Pukul 12.00 Wib hingga sekarang.

Saat ini, lanjut laporan itu, bisa terjadi hujan abu tipis di sebagian Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.

KRB III (merah) merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik, gas beracun maupun guguran batu (pijar).

Di kawasan ini, siapapun tidak diijinkan membuat hunian tetap termasuk tidak boleh memanfaatkan untuk kepentingan komersial.

Otoritas setempat memiliki kewenangan menindaklanjuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

KRB II (merah muda) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, mungkin aliran lava, lontaran batu, guguran, hujan abu lebat.

KRB I (kuning) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda banjir lahar, serta kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas.

Apabila letusan membesar, kawasan Ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar).

MAGMA dalam laporannya menegaskan, KRB terbagi menjadi dua, rawan aliran lahar atau banjir dan rawan jatuhan berupa hujan abu tanpa memperhatikan arah angin.

(Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.