ISLAM NUSANTARA DAN ISLAM BERKEMAJUAN, TIDAK DITEMUKAN DALAM AL-QURAN

1436

WONOSARI, SENIN PAHING – Dari Bung Karno hingga Ma ruf Amin, Islam memperoleh embel-embel. Sukarno pernah menyebut ada Islam Sontoloyo, Ma ruf Amin menyatakan ada Islam Nusantara atau Islam berkemajuan. Warga negara pemeluk Islam, berhak bertanya, ada maksud apa, Islam mesti ditambahi predikat serupa itu.

Bung Karno dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi halaman 493 hingga 500 menulis Islam Sontoloyo dalam konteks kritik moral.

Seorang ustad (guru mengaji) atau Kiai melakukan pembelokan hukum islam untuk membenarkan perilaku sex menyimpang.

Bung Karno, kala itu merespon reportase surat kabar Pemandangan dan menulisnya di majalah Panji Islam tahun 1940.

Berbeda suasana dengan pernyataan Ma ruf Amin. Dia menyebut Islam di Indonesia adalah Islam Nusantara atau Islam Berkemajuan.

Dia, Ma ruf Amin menyatakan hal tersebut bukan dalam konteks kritik sosial, melainkan dalam hubungannya dengan pencawapresan dirinya mendampingi Joko Widodo.

Penamaan Islam Sontoloyo tidak menimbulkan masalah, Sementara Islam Nusantara menuai penolakan, bahkan protes di kalangan MUI daerah.

Untuk meredam silang sengketa, lebih baik jika Islam dikembalikan kepada yang empunya, yaitu kepada Allah SWT.

Ada banyak ayat yang menjelaskan, bahwa Islam itu Islam. Tidak pernah ada firman yang menyebut Islam Arab, Islam Nusantara, apalagi Islam berkemajuan.

“Innad diina indallohill Islaam, (sesungguhnya agama yang di sisi Allah adalah Islam” firman Tuhan dalam Ali-Imron 19.

Pada Al-Maidah ayat 3, Allah bersabda, “Dan Aku rela (ridho) Islam sebagai agama kalian,”

Kesimpulannya, di dalam kitab suci Al-Quran tidak ditemukan Islam Nusantara, juga Islam berkemajuan. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.