Tunas Unggul Handayani: Menjadi Polisi Tidak Perlu Bayar

1464

WONOSARI, Senin Pon–Dari ratusan pemuda berprestasi yang terwadahi dalam Tunas Unggul Handayani (TUH) peserta seleksi anggota polri, hanya 40 yang dinyatakan memenuhi syarat. Mereka dipersiapkan mengikuti pendidikan dan pelatihan oleh Polda DIY untuk mengikuti tes tahap berikutnya.

“Saya mengapresiasi Pemkab Gunungkidul, begitu serius dalam mencari bibit unggul calon anggota Polri,” kata Brigjend Pol Ahmad Dhofiri, Kapolda DIY saat pembukaan Diklat Tunas Unggul Handayani di Balai Diklat BKPPD GunungKidul, (30/10).

Dia menyampaikan, Tunas Unggul Handayani  akan dijadikan percontohan, bagi kabupaten lain.

“SDM dengan mental hebat produk tempaan alam yang keras, diharapkan lahir calon anggota Polri yang hebat,” tegas Kapolda DIY.

Pihaknya sengaja mencari calon anggota Polri dari daerah pedesaan, tujuannya untuk melahirkan Polisi yang jempolan di daerah masing-masing.

“Polri perlu bekerja sama dengan Pemda, adalah penting untuk  menghilangkan kesan bahwa menjadi polisi harus membayar,” imbuhnya.

Menjadi anggota Polisi harus melalui tahapan tes yang memang sulit. Kapolda menghimbau agar masyarakat tidak terkecoh dengan tawaran, bahwa menjadi Polisi harus mengeluarkan duit.

Di tempat yang sama, Brigjend Pol Drs Sudarsono, Karudal Pers Mabes Polri memyampaikan, bahwa ada pengawasan dan ada pos pengaduan jika ada oknum anggota Polri yang diketahui melakukan praktek percaloan.

Semua yang masuk dalam Tunas Unggul Handayani ini akan digembleng kesiapan fisik, mental dan akademik.

Hal ini menurutnya lebih baik dibanding dengan para calon anggota Polri yang tidak dipersipkan. Namun demikian, kata dia,  tidak ada jaminan bahwa 40 peserta akan  menjadi anggota Polri semua.  Peserta   yang diterima adalah mereka yang meraih nilai berdasarkan urutan nilai. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.