WONOSARI, Selasa Pahing-Ketua Paguyuban Kades se Gunungkidul Bambang Setyawan Budi Santoso menyatakan, seluruh anggota Semar bebeberapa pekan lalu melakukan kunjungan kerja lapangan ke Bali. Kegiatan tersebut adalah untuk kali pertama. Oleh-olehnya cukup mengejutkan.
Bambang Setyawan, Ketua Paguyuban Semar yang juga Kades Kepek Kecamatan Wonosari menyampaikan, pariwisata Gunungkidul bisa maju seperti Provinsi Bali.
“Kuncinya, peran desa dalam mengelola dan menggarap pariwisata tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya (23/10).
Objek kunjungan difokuskan di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Bandung. Desa tersebut membuka mata dalam pengelolaan administrasi desa dan keuangan desa.
“Gunungkidul perlu banyak belajar. Tak boleh malu belajar. Belajar memanfaatkan aset dan potensi desa,” ungkapnya.
Menurut Babe sapaan akrab Bambang, salah satu yang dicatat para kades dalam kunjungan kerja tersebut adalah BUMDes di Kutuh, Kuta Selatan. BUMDes di sana riil berjalan maksimal karena punya potensi.
“Seletah kami diskusikan dengan teman-teman kalau kita punya potensi wisata potensi ekonomi tak masalah. Tetapi bagi desa yang tidak punya potensi, ya mestinya tidak bisa ada BUMDes,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, mengelola BUMDes bukan perkara mudah. Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan mampu mengelola bahkan memperoleh milyaran rupiah setiap tahun karena desa itu mengelola Pantai Pandawa.
Bambang berharap, kunjungan kerja lapangan berdampak pada kerja nyata bagi desa di Gunungkidul. Melalui desa, Gunungkidul mampu menggarap aset wisata untuk kemajuan bersama dan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Agus SW






