Gerbang Patas, Kelompok Ternak Digelontor Bantuan

1589

WONOSARI, Kamis Pahing – Dalam rangka mendukung program upaya khusus Presiden Jokowi dalam percepatan populasi sapi, Dinas Petanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggelontorkan bantuan untuk kelompok tani ternak.

Mulai dari cangkul, sabit, bibit pakan ternak hingga pompa air diluncurkan agar program tersebut sukses, Kamis, 10/08/2017. Secara simbolis, penyerahan bantuan ini dipusatkan di Kelompok Tani Ternak Ngudi Sari, Padukuhan Karanggumuk II, Desa Karang Rejek, Kecamatan Wonosari.

Gerbang Patas Upsus Siwab artinya Gerakan Pengembangan Pakan Ternak Berkualitas untuk mendukung upaya khusus sapi wajib bunting yang dicanangkan Gubernur DIY sejak tahun 2013 silam.

“Sumber dananya dari APBD Provinsi DIY tahun anggaran 2017. Yang diterimakan kepada kelompok tani ternak antara lain pompa air merk Honda 17 unit, cangkul dan sabit 75, indigovera 269 polybag, kaliandra 149 polybag, odot 8950 pols, rumput gajah 113.500 steek, pupuk organik 21 zak dan pakan penguat 68 zak,” papar Ir Sutarno, Dinas Pertanian Provinsi DIY.

Menurut Sutarno, untuk tahun 2017 bantuan diberikan berupa barang dan bukan uang seperti tahun kemarin. Bantuan yang hari ini diserahkan untuk 50 kelompok tani ternak se Gunungkidul. Adapula bantuan sapi untuk satu kelompok tani ternak demi suksesnya Gerbang Patas ini. Selain itu, jika masih ada kekurangan yang menghambat kemajuan kelompok tani ternak, Dispertan DIY siap membantu

Sementara itu diungkapkan Ir Bambang Wisnubroto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabuoaten Gunungkidul memaparkan, saat ini ada 50 ribu ekor sapi siap inseminasi buatan.

“Ada beberapa kendala yang dihadapi agar mencapai target reproduksi tahun 2017 ini. Kekurangan nutrisi menjadi salah satu faktor penghambat,” ungkapnya.

Maka dengan stimulan bantuan Gerbang Patas ini, lanjut Bambang, bisa  menolong keberadaan kelompok tani ternak di Kabupaten Gunungkidul.

“Semoga kelompok ternak yang lain bisa berkembang seperti Ngudisari ini. Maka kami menganjurkan agar memakai dan mengembangkan pupuk organik. Berdasarkan data akseptor, pengembangan sapi putih di Gunungkidul ini cuma ada 2 kecamatan, Wonosari dan Playen. Artinya masih bisa dikembangkan lebih luas lagi,” paparnya.

Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos dalam sambutannya yang dibacakan Staff Ahli Bupati, drh Krisna Berlian mengucapkan terimakasih kepada Dispertan DIY yang telah menggelontorkan bantuan kepada Kelompok Tani Ternak di Gunungkidul.

“Kita berharap agar tahun depan bisa mendapat bantuan seperti ini lagi. Dan pesan Ibu Bupati jangan sampai bantuan ini disalah gunakan hingga sampai berurusan dengan aparat penegak hukum. Intinya pergunakan sebaik-baiknya demi kesejahteraan seluruh kelompok,” tegas Krisna.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Peternakan ini mengungkapkan bahwa di Gunungkidul selama ini di kenal sebagi contoh ternak sapi andalan di DIY. Maka diminta pengurus kelompok ternak bisa bekerja dengan efektif  dan lebih profesional sesuai tata kelola administrasi yang lebih tertata. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.