Ketua DPR-RI: Krisis Air di Gunungkidul, Tidak Boleh Selalu Berulang

1131

JAKARTA, SENIN KLIWON – Ketua DPR Bambang Soesatyo angkat bicara soal sejumlah wilayah di Indonesia yang masih mengalami krisis air bersih, seperti di Gunung Kidul (Yogyakarta), Kuningan, Parung (Bogor), Kalimantan Selatan, Lamongan, Banten, Cirebon, dan Cidahu (Sukabumi).

Krisis air bersih, kata Bamsoet sapaan akrab Ketua DPR, berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan terhadap produksi pangan.

Ketua DPR oleh sebab itu mendorong Komisi IV DPR dan Komisi VIII DPR segera meminta Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pertanian Daerah untuk segera merealisasikan pembangunan embung yang telah direncanakan pemerintah. Hal tersebut adalah solusi menghadapi kekeringan musim kemarau. Selebihnya Bamsoet berharap dilakukan pengiriman bantuan air bersih dan penyediaan pompa air untuk irigasi.

“Saya minta Komisi IV DPR mendesak Kementan untuk menggerakkan Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta mencari solusi, guna melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi permasalahan lahan puso dan krisis air bersih di setiap daerah,” ujarnya dalam siaran pers Senin (13/08)

Bamsoet juga mendorong Komisi IV DPR meminta Kementan didampingi oleh Pemda memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani mengenai lahan yang dimiliki, sehingga petani dapat menanam jenis tanaman sesuai dengan kondisi lahan yang ada.

“Saya mendorong agar Komisi VIII DPR meminta BPBD memantau wilayah yang terdampak kemarau. Harus dipastikan pemerintah selalu mengirim air di sejumlah daerah, dengan mengirimkan bantuan air bersih,” tandasnya.

Komisi II, IV, V, dan Komisi VII DPR harus meminta kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bersama Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan kajian dan inovasi terhadap masalah krisis air.

Lembaga di atas perlu memetakan daerah yang tidak memiliki air bersih, sekaligus memperbaiki sistem irigasi, sehingga masalah tersebut dapat teratasi dan tidak selalu berulang.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air seperlunya serta membuat sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah. (tan/Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.