Dia berharap, jika tidak ada faktor x, dirinya bisa menjadi mitra Bulog sebagai pemasok.
Slamet berpendapat, asal Bulog berasnya tidak seperti jatah raskin, harus baru dan enak.
VIDEO TERKAIT :
“Kalau berasnya seperti raskin terancam gak pada dimasak, paling malah jual lagi,” kata Slamet.
Lebih detail, mantan anggota dewan yang saat ini menekuni bisnis percetakan ini menyatakan, masuknya Bolog ke ranah BPNT merupakan satu bukti, bahwa selama ini Bolog keahliannya hanya berjualan proyek APBN.
“Bulog gak bisa cari pasar bebas, tidak berani bertarung secara gentleman,” tandasnya.
Kabar terakhir, Bulog akan menjadi Manager Supplier, yang memiliki kekuasaan mengatur pedagang lain di ranah BPNT. Monopoli, dalam hal ini susah ditanggulangi. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…