Dia berharap, jika tidak ada faktor x, dirinya bisa menjadi mitra Bulog sebagai pemasok.
Slamet berpendapat, asal Bulog berasnya tidak seperti jatah raskin, harus baru dan enak.
VIDEO TERKAIT :
“Kalau berasnya seperti raskin terancam gak pada dimasak, paling malah jual lagi,” kata Slamet.
Lebih detail, mantan anggota dewan yang saat ini menekuni bisnis percetakan ini menyatakan, masuknya Bolog ke ranah BPNT merupakan satu bukti, bahwa selama ini Bolog keahliannya hanya berjualan proyek APBN.
“Bulog gak bisa cari pasar bebas, tidak berani bertarung secara gentleman,” tandasnya.
Kabar terakhir, Bulog akan menjadi Manager Supplier, yang memiliki kekuasaan mengatur pedagang lain di ranah BPNT. Monopoli, dalam hal ini susah ditanggulangi. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…