ADA GERILYA MENGGUSUR FRAKSI PETAHANA DPRD GUNUNGKIDUL

250

PESERTA Pemilu Serentak 14-2-2024 positif diikuti 18 partai politik. Di Gunungkidul berhembus kabar bahwa partai baru berusaha melakukan penggerusan suara fraksi petahana.

Telah diketahui publik, bahwa jatah DPRD Gunungkidul sesuai jumlah penduduk hanya 45 kursi. Syarat minimal untuk bisa membentuk fraksi, setiap parpol harus mendudukkan 4 legeslator. Kurang dari itu, harus bergabung dengan parpol lain.

Ada contoh, Partai Demokrat pada Pemilu 2019 hanya punya tiga legeslator, Supriyani Astuti, Eko Rustanto dan Suyanto. Untuk itu, mereka rela bergabung dengan Fraksi Gerindra.

“Karena berbagai pertimbangan, dua setengah tahun kemudian, Partai Demokrat beralih bergabung ke Partai Nasional Demokrat (NasDem),” kata Supriyani Astuti, S.Sos, kepada awak media, di berbagai kesempatan.

Andaikata partai baru pada 2024 berambisi membentuk satu fraksi, maka mereka harus merobohkan fraksi partai petahana.

Mungkin saja partai baru bisa melakukannya tetapi itu pasti tidak mudah, karena mereka harus memiliki strategi gugur gunung, dan main gempur habis-habisan.

Perindo Gunungkidul yang dikawal Brigjen Purnawirawan Joni Supriyanto dikabarkan mulai ancang-ancang ke arah menggerus kekuatan fraksi PDIP, NasDem, Golkar, PAN, Gerindra, PKB, dan PKS.

Fraksi petahana tentu tidak tinggal diam, walau kekuatan lain seperti Partai Gelora dan Partai Ummat juga tidak kalah gesit dalam melakukan gerilya dan gempuran.

Sepanjang partai baru berhasil mendidik kader agar tidak mementingkan egoisme tetapi lebih mengutamakan kuatnya persatuan, fraksi di DPRD Gunungkidul kemungkinan tidak hanya lima, tetapi bisa enam, bisa tujuh bahkan bisa sebelas.

Artinya bahwa pada praktek pencoblosan partai politik tidak mementingkan nama caleg, tetapi lebih mengutamakan gambar.

Kongkretnya, meski pemilu tetap menggunakan sistem proporsional terbuka tetapi disiasati seperti proporsional tertutup, maka perolehan suara bisa besar. Ini strategi yang belum dan tidak pernah disadari oleh parpol petahana.

Menurut sebagian pengamat, kader partai baru perlu ada keberanian berkampanye coblos gambar. Pemilu dengan suara terbanyak untuk sementara dikesampingkan demi sebuah kemenangan bersama.

Partai lama yang mendahulukan egoisme tidak segan saling sikut karena ambisi besar menjadi anggota legeslator, bisa kaget dan kedodoran. Seperti apa partai baru menyiasati pemelihan serentak Rabu Pon 14 Februari 2024, kita tunggu bersama.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.