Gempa swarm Madiun terjadi pada 3 Agustus 2019. Gempa terjadi lebih dari 19 kali dalam sehari. Selanjutnya adalah swarm juga terjadi di sebelah baratdaya Kaki Gunung Salak, 10 hingga 28 Agustus 2019. Selama sekitar 18 hari terjadi gempa lebih dari 84 kali hingga masyarakat resah dan sebagian mengungsi di perkebunan teh.
Patut disyukuri, tulis BMKG, bahwa aktivitas Swarm saat ini sudah mereda.
VIDEO TERBARU:
Beberapa kasus swarm terjadi di zona Gunung Api. Swarm dapat terjadi di kawasan yang mengalami medan tegangan berkaitan dengan desakan aktivitas magmatik.
Selain berkaitan dengan kawasan Gunung Api, beberapa laporan menunjukkan, bahwa aktivitas swarm juga dapat terjadi di kawasan non volkanik.
Swarm memang dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh sehingga mudah terjadi retakan (fractures).
Gempa swarm setidaknya menjadikan pembelajaran tersendiri untuk masyarakat, karena memang jarang terjadi. Dampak gempa swarm diakui memang meresahkan masyarakat.
“Gempa swarm sebenarnya tidak membahayakan jika bangunan rumah di zona swarm memiliki struktur kuat,” jelas BMKG. (Redaksi)
Page: 1 2
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…