JAKARTA, SABTU PON – Dr. Surono ahli geofisika yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan, pemerintah, dalam hal ini BMKG tidak jujur dalam menghadapi Tsunami Selat Sunda.
Menurut mBah Rono, demikian sapaan akrab Dr. Surono, alam itu jujur. Kalau ada gempa, ya gempa, ada tsunami, ya tsunami. Oleh sebab itu, kata dia, dalam menghadapi alam orang harus jujur.
“Terkait tsunami Selat Sunda, ada keteledoran. Kala itu tidak ada peringatan dini” kata mBah Rono, dalam talk show BHS yang disiarkan Tv One Jumat malam (28/12).
Pakar yang pernah menduduki posisi staf ahli Menteri ESDM Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup ini mengaku, saat Tsunami menerjang Pantai Carita, dia bersama teman dari Jerman berada di lokasi kejadian.
Kala itu, menurutnya sama sekali tidak ada peringatan dini tsunami. Dia bilang, kemungkinannya memang tidak ada Early Warning Sistem (EWS). Atau alat itu ada tetapi rusak.
Dalam konteks peralatan inilah, Mbah Rono meduga adanya ketidakjujuran aparat yang bertanggungjawab atas peristiwa tsunami, sehingga jatuh banyak korban.
Kalau EWS itu rusak, logika Mbah Rono, itu harus diperbaiki. Tidak boleh tidak. (Agung)
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…