OPINI

ANGGOTA DPRD GUNUNGKIDUL DIBAYAR UNTUK “BICARA”

ANGGOTA DPRD Gunungkidul itu dipilih untuk tugas tertentu. Satu diantaranya agar mereka berbicara bukan sebaliknya jika rakyat membutuhkan pencerahan.

Hari kedua di bulan April 2020 saya berkeliling ke kediaman para anggota dewan melalui aplikasi WhatsApp.

Seperti pencari kerja saya membawa map berisi pertanyaan yang sama seputar soal angka pengangguran di Gunungkidul, yang kebetulan menjadi salah satu perhatian Bupati Sunaryanta.

Warga Gunungkidul yang sama sekali tidak bekerja atau sedang berusaha mencari pekerjaan dianggap sebagai kelompok pengangguran terbuka. Data terbaru menunjukkan jumlahnya berada di atas sepuluh ribu penganggur lebih.

Berdasarkan laporan Pemerintah, hingga akhir tahun 2020 total penduduk Gunungkidul sebanyak 774.609 jiwa.

Dalam Nota Pengantar LKPJ Bupati 2020 dilaporkan bahwa jumlah penduduk usia produktif 67,25,% atau 520.925 dari 774.609.

Berikutnya secara rinci digambarkan bahwa 65,30% atau 340.164 orang masuk dalam kategori tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK).

Sementara 2,16% dari total penduduk usia produktif 520.925, atau sebesar 11.252 orang masuk kelompok pengangguran terbuka.

Menurut para ahli, angka pengangguran terbuka itu terjadi karena dua hal: pertama karena lapangan kerja tidak tersedia, kedua karena lowongan kerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.

Ada tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada para legeslator.

Pertama: apa saja yang telah dilakukan Pemerintah Gunungkidul di tahun 2020, karena saya melihat bahwa angka pengangguran terbuka masih berada di angka belasan ribu lebih.

Kedua: angka pengangguran 11.252 itu dalam masa 3 tahun pemerintahan Bupati Sunaryanta apa bisa diturunkan misalnya menjadi tinggal 5.626. Bisa, atau hanya memungkinkan bisa.

Ketiga: Lapangan kerja jenis apa saja yang tersedia di Gunungkidul saat ini untuk menekan angka pengangguran hingga 50% sehingga dari 2,16% tinggal sisa 1,8%.

Saya bertanya begitu karena saya yakin bahwa DPRD menerima gaji dari rakyat untuk bekerja sebagai juru bicara, atau paling tidak memberi pencerahan kepada masyarakat bahwa pengangguran di Gunungkidul itu serius ditangani.

Tiga pertanyaan saya tidak terjawab. Apakah saya kecewa? Tidak, karena yang kecewa adalah para pemilih pada Pileg 2019 silam. (Bambangang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

4 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

4 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

4 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

4 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

1 minggu ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

1 minggu ago