WONOSARI – Sabtu Legi | Polres Gunungkidul akhir 2019 merilis data gantung diri sepajang dua terakhir (2018-2019). Data tersebut menunjukkan ada perbedaan sebaran dan kenaikan.
Wakapolres Gunungkidul Kompol Joko Hamintoyo, S.H. MH, di Aula Mako Polres Gunungkidul memaparkan secara rinci angka gantung diri.
“Tahun 2018 terjadi 27 kali, sementara tahun 2019 naik menjadi 30 kali,” ujar Wakapolres di depan awak media beberapa saat lalu.
Secara simulatik digambarkan, bawa angka bunuh diri bergerak dalam pola kekerapan 5-3-2-1-0 tahun 2018.
Hal itu dijelaskan, bahwa angka tertinggi (5) terjadi wilayah hukum Polsek Tepus. Disusul Playen, Semanu, Ngawen, dan Polsek Semin masing-masing terjadi 3 kali orang bunuh diri.
Barikutnya Karangmojo dan Tanjungsari terjadi masing-masing dua orang bunuh diri.
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…