GUNUNGKIDUL – Sabtu Legi | Fakta yang dicatat publik untuk seabrek bakal calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul menjelang pilkada Rabu Pahing 23 September 2020 baru satu. Mereka rajin memasang banner.
Tidak semua bacalon memang, tetapi banner bertuliskan jargon dilengkapi foto diri, Januari 2020, banyak dipasang di tempat-tempat strategis yang gampang dilihat orang.
Layaknya alat peraga kampanye (APK) banner dan foto diri itu dibiarkan merajalela, sementara kampanye belum dimulai. Bawaslu pasti tahu, sayangnya institusi pengawas ini pura-pura tidak tahu.
Sisi lain para kandidat yang berniat maju berkompetisi itu adalah golongan intelektual yang tingkat pendidikannya melebihi rata-rata penduduk biasa.
Dinarasikan oleh sejumlah aktivis, satu di antaranya Bektiwibibowo Suptinarso, bahwa banyak hal yang bisa ditulis oleh para kandidat di luar jargon pendek yang kadang penulisnya justru tidak paham tentang apa yang dia tulis itu.
Menurut Bekti, saatnya laut menjadi harapan baru, tidak hanya bagi para nelayan tetapi untuk segenap warga Gunungkidul.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…