Karakter bangsaku merah putih. Itu artinya tidak hanya berani karena benar, tetapi gagah berani karena Indonesia adalah negeri yang dirahmati Allah SWT.
Dokumen itu tertulis jelas di dalam Pembukaan UUD 1945 Paragraf 3 “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa….” Tanpa Rahmat Allah SWT Indonesia tidak akan seperti negeri Saba’.
“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
Saba’ : Ayat 15.
Kepada Indonesia, Allah SWT juga berfirman seperti itu. Negeri Indonesia itu apa-apa ada, sehingga Multatuli menyebutnya sebagai Jamrud di katulistiwa.
Soal penduduknya? Tidak terkecuali, Allah SWT memasukkan dalam kategori, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”
At-Tin: Ayat 4
Sementara itu banyak di antara manusia Indonesia, yang berucap sebaliknya, “Saya manusia biasa, yang jauh dari sempurna.”
Itu prototipe manusia yang tidak paham bagaimana seharusnya dia bersyukur.
Menurut MH Ainun Nadjib manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya itu bisa dimaknai sebagai makhluk yang oleh Allah diberi berbagai kemungkinan.
Artinya, seseorang bisa jadi presiden, bisa pula tidak jadi presiden. Bisa jadi orang kaya, bisa pula menjadi tidak kaya dan seterusnya.
Berbeda dengan malaikat. Menurut Cak Nun, malaikat adalah makhluk kepastian, tidak diberi kemungkinan melakukan sesuatu, kecuali yang diperintahkan kepadanya.
Iszro’il demikian MH menyebut contoh, tugasnya hanya satu, yakni mencabut nyawa. Itupun pakai tatanan tidak asal cabut. Malaikat yang satu ini tidak pernah meralat tentang pekerjaan yang telah dilakukannya.
Makhluk kapastian yang paling celaka, ujar Ainun Nadjib dalam kesempatan sinau bareng, adalah Iblis.
MH menyatakan kasihan kepada Iblis, karena tempatnya telah ditetapkan yaitu di neraka, sebelum hari pembalasan tiba. Iblis tidak diberi kemungkinan berada di surga.
Manusia disebut ciptaan dalam bentuk paling baik karena dia bisa di neraka, tetapi bisa pula di surga, tergantung pilihannya, ketika dia hidup di dunia.
Resapkan ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Kemudian Kami kembalikan dia (manusia) ke tempat yang serendah-rendahnya,”
At-Tin: Ayat 5.
Tujuan bernegara, ujar Cak Nun, itu bukan hanya sebatas mengejar materi seperti dalam terminologi Tata Titi Tentrem Kerta Tur Raharja (TTTKTR), tetapi lebih dari itu.
Indonesia harus kembali kepada Paragraf 3 Pembukaan UUD 1945 dalam pengertian bergerak menuju ke baldatun toyibatun wa robbun ghafur (BTWRG).
Pemimpin harus membawa Indonesia ke arah negara yang dirahmati Allah SWT, Tuhan yang maha pengampun. Tidak berhenti pada TTTKTR, sebab sejak zaman kolonial hingga orde reformasi Indonesia sudah cukup lelah menjadi sapi perah karena yang menikmati TTTKTR hanya segelintir elit.
Teriakan Bupati Meranti harus diakui, bahwa Merah Putih masih menjadi sapi perah. Ironis, Bupati nantang Presiden ngajak angkat senjata.
Karakter Indonesia itu merah putih, bukan blorok dan lorek-lorek. Susah amat sih para elit membedakannya.
Kita tidak akan menuju ke arah keadilan sosial bagi sebagian rakyat Indonesia, tetapi menuju ke arah seluruh rakyat Indonesia, alias baldatun toyibatun wa robbun ghofur.
(Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…