Awan Panas Guguran Merapi Akibatkan Beberapa Kecamatan di Boyolali dan Klaten Hujan Abu Tipis

73

YOGYAKARTA, KAMIS LEGI-Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan, Gunung Merapi mengeluarkan awanpanas guguran mengakibatkan hujan abu tipis di beberapa kecamatan Kabupaten Boyolali dan Klaten.

“Berdasarkan analisis visual, kejadian dan deposit seperti terlihat pada gambar 1.a, guguran terjadi tanggal 29 Januari 2019 pukul 20.17, 20.53, dan 21.14 WIB, disimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan awan panas guguran,” ujar Hanik Humaida dalam siaran pers (30/01).

Kronologi kejadian diceritakan secara detail, bahwa kegempaan pada tanggal 29 Januari 2019 periode 00.00-20.00 WIB tercatat low frequency 1 kali, multifase 2 kali, hembusan 2 kali, guguran 29 kali, dan tektonik jauh 1 kali.

Pengamatan guguran lava pijar periode 00.00-20.00 WIB terlihat 9 kali, mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 200-700 m.

Awanpanas guguran pertama teramati pada pukul 20.17 WIB, jarak luncur 1400 m, durasi 141 detik terlihat pada ambar 1.b).

Awanpanas guguran kedua terjadi pukul 20.53 WIB jarak luncur 1350 m dan durasi 135 detik.

Awanpanas guguran ketiga jarak luncur 1100 m dan durasi 111, terjadi pada pukul 21.41 WIB

“Semua awan panas guguran melaju ke hulu Kali Gendol,” terang Hanik Humada.

Awan panas guguran, lanjut Hanik Humaida, mengakibatkan hujan abu tipis, dilaporkan terjadi di sekitar Kota Boyolali, Kecamatan Musuk, Mriyan, Mojosongo, Teras, Cepogo, Simo, Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Sehubungan dengan kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur yang masih relatif pendek, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi ditetapkan pada tingkat Waspada (level II)

Kepala BPPTKG merekomendasikan dua hal: Pertama, masyarakat, khususnya yang berada di Kawasan Rawan Bencana III, dihimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi. Kedua, radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.