OPINI

Bahasa Indonesia Bahasa Budaya, Mengapa Dicederai

WONOSARI, Sabtu Legi–Delapanpuluh sembilan tahun (1928-2017) Pemuda Indoneseia berikrar, menjunjung tinggi Bahasa Indonesa. Sepanjang sejarah, sumpah tersebut masih tercederai. Dalam menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari, sebagian besar penduduk negeri ini secara sengaja lebih suka menyelipkan kosa kata bahasa asing (Inggris), meskipun kata semakna dalam Bahasa Indonesia tersedia.

Semalam, sebuah stasiun tv swasta nasional mengupas Sumpah Pemuda 2017. Tajuk yang dipilih Memaknai Sumpah Pemuda Zaman Now.

Jutaan pemirsa paham, bahwa yang dimaksud dengan zaman now tidak berbeda dengan zaman sekarang. Sulit dipahami, apa alasan penggunaan kosa kata sekarang diganti dengan now.

Seorang politisi menyebutkan, Presiden Joko Widodo fine-fine saja. Pertanyanannya, apa susahnya kata fine-fine itu diganti dengan baik-baik.

Contoh lain ditemukan pada undangan tidak resmi karena hanya melaui pesan singkat. Tertulis begini: peserta diskusi harus hadir on time. Diperkirakan, pengirim pesan sengaja menghindari kata tepat waktu, untuk sebatas ingin disebut gaul (moderen).

Parah, bahkan makin runyam, ketika mengamati kecintaan terhadap Bahasa Indonesia di kalangan kaum muda. Mereka mengkespresikan cinta, tidak mau menggunakan  bahasa sendiri. Remaja pasti memilih I love you.

Pada peringatan ke 89 Sumpah Pemuda, semua patut merenung, benarkah Bangsa Indonesia mencintai Bahasa Indonesia. Sepanjang kosa kata dalam Bahasa Indonesia ada, dalam berkomunikasi tidak perlu menyelip-nyelipkan bahasa asing.

 

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

7 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago