Categories: BUDAYA

Wewe Gombel Hebohkan Desa Ngepohsari

SEMANU, Minggu Pahing-Wewe gombel sejenis makluk halus yang suka menyembunyikan anak-anak muncul dan menghebohkan Desa Ngepohsari, Kecamatan Semanu. Anak yang disembunyikan wewe gombel tidak tampak oleh manusia. Biasanya disembunyikan di bawah atau di atas pohon besar, di dekat rumah wewe gombel tersebut. Anak yang disembunyikan bisa ditemukan kalau dicari dengan musik ngeblak yang berbunyi blek, blek, ting-blek, blek, ting.

Musik ngeblak adalah music khas untuk mencari anak yang dibawa oleh makluk halus. Masyarakat Desa Ngepohsari masih teringat betul tentang bunyi music itu. Sehingga replica musik ngeblak dimuncukan beserta wewe gombelnya dalam kirap budaya di Desa Ngepohsari, Kecamatan Semanu, Sabtu, (28/10), merupakan gambaran kehidupan pada jaman sebelum era tahun 70an.

Musik ngeblak hanya menimbulkan dua suara berasal dari alat tebok atau tambir (tempat nasi jaman dulu) dan gatul atau cangkul sehingga menimbulkan bunyi blek, blek, ting.

Musik yang dimunculkan dari Padukuhan Ngeblak, Desa Ngepohsari tersebut menghebohkan warga yang menyaksikan.

Kepala Desa Ngepohsari, Ciptadi mengatakan bahwa pada era sebelum tahun 70an ada yang namanya wewe gombel.

“Makanya jaman dulu orang tua kita mengingatkan, jangan ngambek disore hari, nanti dibawa wewe gombel lho,” Ciptadi menceritakan kembali pesen orang tua dulu.

Ia akui memang pada jamanya masih sering ditemukan anak hilang karena dibawa wewe gombel, bahkan dirinya pernah dibawa makluk halus tersebut sampai warga mencarinya.

“Awalnya saya diajak nenek-nenek yang lagi mencuci dikali, saya menuruti saja, ternyata saya dibawa oleh makluk halus, perasaan saya juga seperti manusia biasa,” cerita Ciptadi.

Padahal menurut Ciptadi, ia hanya berdiri dipinggir pohon besar dan bisa melihat teman-temannya yang sedang mencari, tetapi temanya tidak bisa melihatnya.

“Mau bicara tidak bisa, padahal saya jelas bisa melihat yang mencari saya, setelah ketemu saya sudah kaku, kemudian diminumin air hingga saya sadar,” pungkasnya.

 

Reporter: W. Joko Narendro.

infogunungkidul

Recent Posts

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

8 jam ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

7 hari ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago

Diduga Mencuri Sepeda Gunung, Oknum Anggota SatPol PP Diamankan Polisi

WONOSARI - SABTU PON, Sebuah  tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…

1 minggu ago