WONOSARI – Jumat Pon | Mantan anggota DPRD DIY, Bambang Krisnadi mengomentari euforia (gembira yang berlebihan) yang dilakukan Camat Tanjungsari, Gunungkidul.
Menurut mantan Deputi Pengawas PNS ini, kalau euforia dilakukan sesudah pilkades selesai dan spontan dilakukan sebagai wujud kegembiraan bahwa pilkades telah berjalan lancar, aman, tertib, tidak ada pelanggaran rasanya masih dapat diterima.
VIDEO TERKAIT :
“Paling-paling masuk kategori bener ora pener,” ujar Bambang Krisnadi (28/11/19).
Kalau ada pihak yang keberatan menurutnya, dia wajib membuktikan dengan data yang valid dan menyebutkan aturan-aturan yang dilanggar.
Kalau kemudian dari hasil pemeriksaan (BAP) terbukti secara sah dan meyakinkan Camat telah berpihak kepada salah satu calon, maka ini masuk kategori pelanggaran berat dan patut dijatuhi hukuman disiplin (non job – demosi – pindah wilayah kerja – atau pindah tugas) tergantung berat ringannya pelanggaran yang dilakukan.
Petistiwa Tanjungsari menurutnya menjadi salah satu indikasi bahwa masih perlu adanya pendidikan politik/ berdemokrasi bagi warga masyarakat.
“Terkait video euforia, yang penting memiliki bukti / data yang valid bahwa telah terjadi pelanggaran, maka Camat mesti ambyar,” tegas Bambang Kris. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…