HUKUM & KRIMINAL

Remaja di Gunungkidul Dikeroyok, Disiram Miras, Luka Dilumuri Garam

WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang, Selasa (16/06/2026) malam. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka hidung patah, serta bagian belakang kepala memar lantaran diduga dipukul menggunakan benda keras.

Para pelaku yang diduga lebih dari enam orang tersebut bahkan berbuat tak manusiawi terhadap RAG alias Rio (17) warga Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, dengan cara melumuri garam dan miras pada sekujur luka korban terutama pada bagian wajah. Ironisnya, penganiayaan tersebut dipicu persoalan pinjam meminjam jaket.

Ditemui di kediamannya, ibu korban Rusmini menjelaskan, persoalan ini berawal dari pinjam meminjam jaket antar teman.

“Awalnya anak saya meminjam jaket milik temannya. Jaket tersebut rupanya dipinjamkan lagi pada teman lainnya dan berawal dari persoalan ini anak saya dijebak untuk diajak ketemuan disalah satu tempat di Baleharjo,” kata Rusmini, Rabu (17/06/2026) siang.

Sebelum peristiwa penganiayaan terjadi, diceritakan Rusmini, pemilik jaket bersama ayahnya sempat mendatangi rumahnya untuk mencari korban namun karena Rio belum pulang kerumah, pemilik jaket dan ayahnya hanya bisa bertemu kakak perempuan korban.

Pasca kejadian tersebut, pada malam malam 1 Suro sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB, Rio dipanggil ke sebuah kafe di wilayah Baleharjo, Wonosari dengan alasan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.

“Karena mengira akan diajak berembuk baik-baik mengenai persoalan pinjaman jaket, anak saya datang diantar temannya ke lokasi tempat bertemu di Baleharjo. Tetapi setibanya di sana, justru anak saya diancam, hp dirampas dan terjadi pemukulan,” jelas Rusmini.

Tak lama setelah itu, lanjut Rusmini, anaknya dibawa menggunakan mobil ke sebuah rumah kosong di dekat kawasan perumahan di wilayah Wonosari. Di lokasi tersebut, Rio diduga dianiaya secara bersama-sama oleh lebih dari enam orang.

“Anak saya dipukuli ramai-ramai. Leher dan kakinya disundut rokok, badannya disiram minuman keras, bahkan lukanya digosok pakai garam. Hidungnya patah dan bagian belakang kepalanya memar karena dipukul benda keras,” tambahnya.

Rio, demikian Rusmini berujar, mengenali dua orang yang diduga terlibat yakni seorang remaja P dan Z. Sementara lainnya tidak dikenali lantaran sebagian pelaku pengeroyokan merupakan orang dewasa yang belum pernah korban kenali.

Pasca kejadian, korban kemudian diantar ke rumah temannya bernama Lingga dan menginap di sana. Teman-teman korban yang berada di lokasi disebut juga mendapatkan ancaman agar tidak menceritakan kejadian sebenarnya dan diminta mengatakan bahwa Rio mengalami kecelakaan.

Pada pagi harinya sekitar pukul 09.30 WIB, Rio diantar pulang ke rumah oleh temannya. Saat tiba, kondisi wajah korban dalam kondisi bengkak.

“Awalnya dia mengaku kecelakaan, karena takut akibat diancam. Tetapi setelah kami mengumpulkan teman-temannya satu per satu, akhirnya terungkap bahwa anak saya menjadi korban penganiayaan,” ungkap Rusmini.

Mengetahui hal tersebut, keluarga segera membawa Rio ke Klinik Nur Rohmah Playen sebelum dirujuk ke RSUD Wonosari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemindaian kepala dan visum.

Usai mendapatkan penanganan medis, keluarga langsung melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Polres Gunungkidul. Proses pemeriksaan sempat tertunda lantaran kondisi korban masih pusing, namun saat ini penanganan perkara terus berlanjut.

Kedua orang tua korban sepakat agar kasus penganiayaan yang terbilang keji tersebut diproses secara hukum oleh pihak kepolisian hingga tuntas dan para pelaku mendapat balasan setimpal sesuai perbuatannya.

“Hukum harus ditegakkan, seandainya negara ini tidak ada hukum saya lebih baik membalas sesuai perlakuan mereka kepada anak saya. Tidak ada kata damai, saya ingin kasus ini berlanjut dan segera dituntaskan petugas,” pungkasnya.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel

infogunungkidul

Recent Posts

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

1 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

1 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

2 hari ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

2 hari ago

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

4 hari ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

4 hari ago