PENDIDIKAN

Banyak Kendala, Disdikpora Ijinkan SD Pembelajaran Tatap Muka

WONOSARI-KAMIS WAGE | Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul mengijinkan sejumlah Sekolah Dasar (SD) di wilayah tertentu melakukan pembelajaran tatap muka. Hal itu lantaran, wilayah tersebut mengalami kendala BDR.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, bahwa terdapat sekitar 70 persen pelajar SD mengalami kendala dalam mengikuti proses Belajar Dari Rumah (BDR). Kendalnya pun beragam, mulai dari paling dominan sulit mengakses internet hingga tidak memiliki perangkat untuk mengakses.

“Memang masih banyak wilayah Gunungkidul yang sulit sinyal atau jaringan seluler, sehingga menyebabkan para pelajar kesulitan mengikuti pelajaran daring, di samping ketiadaan perangkat komunikasi,” kata Bahron saat dihubungi pada Kamis (06/08/2020) pagi.

Mengatasi hal tersebut, Disdikpora Gunungkidul memutuskan agar guru diperbolehkan untuk mendatangi siswanya ke rumah seminggu sekali. Sekolah tertentu juga diijinkan untuk mengundang siswa datang.

“Boleh mendatangkan siswa namun dibagi jumlahnya dan tidak bergerombol, pastinya tetap mematuhi SOP protokol kesehatan,” jelas Bahron.

Seperti SD Negeri Slametan di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, yang telah menjadi salah satu sekolah yang mendapat kelonggaran tersebut.

Anika Kurniawati, Guru di SDN Slametan mengatakan bahwa, sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah maupun wali murid. Ia Seminggu sekali, setiap hari Sabtu, akan datang mengunjungi salah satu rumah pelajar. 14 pelajar SD tersebut pun diundang untuk belajar bersama di sana, namun dibagi menjadi 3 sesi.

“Sebenarnya tidak ada kendala sinyal di wilayahnya, hanya saja jika tatap muka mungkin akan lebih efektif dalam memberikan pemahaman bagi pelajar tersebut, para pelajar ini transisi dari Taman Kanak-kanak (TK) ke SD, sehingga perlu adanya pemahaman ekstra agar bisa mengerti pelajaran,” kata Anika, di sela-sela memberikan pelajaran di salah satu rumah murid, beberapa waktu lalu.

Anika yang sudah mengabdi sebagai guru selama 17 tahun ini pun ingin memastikan perkembangan para pelajar tersebut. Sebab, ia merasa kemampuan mereka lebih meningkat jika ditemui langsung ketimbang berkomunikasi lewat gawai. Selain itu, ia bisa mengetahui dengan jelas bagaimana perkembangan mereka dalam kemampuan menulis, membaca, maupun berhitung.

“Kalau lewat ponsel, kita tidak bisa mengetahui apakah tulisan yang dikirimkan benar-benar dari pelajar atau milik orang tuanya,” ucap Anika. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

7 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago