OPINI

BERCOCOK TANAM DI TERAS RUMAH: EFEKNYA ASRI, ESTETIS SEKALIGUS EKSOTIS

BAMBANG Krisnadi mantan anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan sependapat bahwa model Pertanian Budap untuk dijadikan gerakan massa petani di Kabupaten Gunungkidul.

Harapan besar yang dia impikan adalah bahwa lomba Krenovamaskat Pelita Indah tidak hanya menjadi dokumen mati yang tersimpan di perpustakaan Litbang Bappeda.

“Jangan hanya berhenti pada lomba dan hadiah. Hasil kejuaraan Krenovamaskat Pelita Indah tahun 2022 mesti diterapkan di 144 Desa, hingga ke 1.431 Padukuhan yang tersebar di 18 Kapanewon,” tegas Bambang Krisnadi setelah menyimak konsep Pertanian Budap, 2-2-2022.

Pertanian Budap merupakan inovasi orisinil Gunungkidul yang di Indonesia belum menjadi model.

Pertanian Budap sejatinya telah dilakukan oleh tokoh petani kreatif. Amat disayangkan jika Pemda Gunungkidul tidak merespon kreasi lokal yang dilakukan sebagian warga secara swadaya, padahal terbukti bisa menjadi bagian dari sumbu pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Gerakan Pertanian Budap secara serentak dipastikan bakal menambah angka capaian inovasi Kabupaten Gunungkidul melebihi tahun 2018-2020.

Nilai inovasi tahun 2018 490 dianggap kurang inovatif Tahun 2019 masuk kategori sangat inovatif karena capaian nilainya 4810. Sementara tahun 2020 meraih nilai 5136, Gunungkidul dianggap telah terinovasi.

Dengan diterapkannya Pertanian Budap, harapannya nilai inovasi Kabupaten Gunungkidul di atas angka 7000, syukur mencapai 9000.

Pertanian Budap yang dibudidayakan di setiap teras rumah warga Gunungkidul menghadirkan pemandangan baru.

Teritis rumah warga dengan sentuhan penataan ruang, sangat mungkin menjadi destinasi pariwisata khas, karena setiap rumah tampak asri estetis, sekaligus eksotis (memiliki daya tarik khas karena belum dikenal umum).

Di samping itu harapan pertumbuhan ekonomi plus sumbangan PDRB sektor pertanian akan bertambah besar karena Pertanian Budap akan menambah satuan luas lahan tanaman holtikultura.

Perhitungan di atas kertas dari 200.000 KK akan menambah tanaman cabai sekurang-kurangnya 100 hektar.

Ribuan teras rumah di Gunungkidul akan menginspirasi daerah lain, bahwa lumbung ekonomi berada di depan mata dan sangat mudah dikerjakan.

(Tamat, Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Ribuan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pembukaan PKKBN

YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…

9 jam ago

Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Tim Admisi UNY Sosialisasikan Program IUP

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…

20 jam ago

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

1 minggu ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

2 minggu ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

2 minggu ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

2 minggu ago