BANTUL–SELASA KLIWON | Pasca terjadinya kecelakaan maut yang merenggut tiga belas nyawa di Jalan Imogiri-Mangunan, tepatnya di Bukit Bego, Padukuhan Kedungguweng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Minggu (06/02/2022), untuk sementara waktu kendaraan jenis Big Bus dihimbau untuk tidak melalui jalan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bantul AKBP Ihsan, S.I.K., saat menggelar konferensi pers, Senin (07/02/2022) terkait kecelakaan maut Bus Pariwisata di Jalan Imogiri-Mangunan, pada Minggu (06/02/2022) siang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menghadirkan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda DIY AKBP Jan Benjamin, S.Sos., M.Sc., Kepala Jasa Raharja Yogyakarta Agus Doto Pitono, Kasubbag Hukum, Pemasaran, dan Kemitraan RSUD Penembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih, SH., M.Hum, serta Manajer Pemasaran, Wahyu Priyono, S.Kep.
Kapolres menyampaikan, pada hari Senin, (07/02/2022), Polres Bantul bersama Pemkab Bantul serta pihak-pihak terkait telah selesai melakukan penanganan pada korban meninggal dunia.
“Ketiga belas jenazah telah dimakamkan tadi pagi, di Sukoharjo setelah semalam kita berangkatkan secara bersama-sama dari RSUD Bantul,” terang Kapolres Bantul.
Menurutnya, kerjasama dari berbagi pihak, baik dari Pemkab, Relawan, serta pihak Rumah Sakit memudahkan proses tersebut. Terlebih dari Pihak Jasa Raharja yang langsung menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
“Tadi pagi, kami dari Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal, dan dilakukan secara resmi, dipimpin langsung oleh Ibu Bupati Sukoharjo,” jelas Kepala Jasa Raharja Cabang Yogyakarta tersebut.
Kerjasama dari jajaran Kepolisian, Rumah Sakit, serta relawan menjadikan proses penyerahan santunan bisa dilakukan kurang dari 24 jam.
Sementara itu, pihak RSUD Panembahan Senopati menjelaskan, bahwa hingga hari ini masih ada empat orang yang dirawat, sebelumnya tujuh orang termasuk satu korban yang dirujuk dari RS Nurhidayah. Tiga pasien yang lain, satu orang pulang atas permintaan sendiri, satu orang dirujuk ke RS Kota, dan satu lainya dirujuk ke RS Moewardi, Surakarta.
Sedangkan RS PKU Muhammadiyah Bantul, hingga 16.30 WIB, masih merawat 11 orang.
Manajer Pemasaran RS PKU menjelaskan ada dua pasien yang terpaksa harus menjalani operasi karena luka akibat kecelakaan tersebut.
Terkait dengan proses penanganan kecelakaannya sendiri, dijelaskan Kasubdit Gakkum, bahwa Ditlantas bersama Polres Bantul melaksanakan proses penyelidikan.
“Hari ini kami melakukan Olah TKP dengan bantuan dari Korlantas Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” jelas Kasubdit Gakkum.
Menurutnya, dari Korlantas dan KNKT beberapa hari ke depan akan melanjutkan proses ini.
“Dalam waktu dekat, fakta-fakta hukum, hal-hal yang mendukung proses penyidikan ini, akan diintegrasikan bersama informasi penunjang lainnya, sehingga bisa segera dipublikasikan,” terang Kasubdit Gakkum.
Di akhir konferensi pers, Kapolres Bantul menghimbau untuk sementara kendaraan jenis big bus untuk tidak melalui jalan tersebut.
“Karena untuk melarang tentu, kami harus membicarakan dengan stake holder yang lain, baik Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Dinas Perhubungan,” tutup Kapolres. (Agus SW)
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…