GEDANGSARI-MINGGU PAHING | Pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Bumi Damai Padukuhan Jatirejo 01/08, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul siap terwujud. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Pengasuh Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai yang juga seorang Anggota Aktif Provos Polda DIY, Bripka Nur Ali Suwandi, Tokoh Masyarakat setempat dan Eks Napiter Teroris, Sabtu, (19/02/2022) pagi.
Selain kegiatan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung TK Bumi Damai Gedangsari, acara juga diisi dengan pembagian 80 paket sembako dan terapi pengobatan gratis kepada 50 warga Jatirejo oleh Eks Napiter Teroris.
Bagi sebagian besar masyarakat Gedangsari, nama Bripka Nur Ali Suwandi atau yang akrab disapa Bon Ali, bukanlah sosok nama asing. Kehadiran Bon Ali di Gedangsari telah banyak rekam jejaknya terutama dalam hal sosial kemanusiaan, mendirikan masjid, pembangunan sumur bor serta gedung pendidikan.
Mengabdi sebagi pelayan dan pengayom masyarakat, Bon Ali mampu merangkul dan memanusiakan manusia para Eks Napiter Teroris sehingga terbuka hati dan jiwanya untuk kembali cinta NKRI dan berkiprah di kehidupan masyarakat dengan lebih baik.
Salah satu Eks Napiter Teroris, Maryanto alias Teming warga Padukuhan Mrisi, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul menyampaiakan, sebelum bergabung dengan Nur Ali Suwandi, Maryanto terlibat dalam jaringan teroris hingga akhirnya tertangkap petugas dan masuk bui.
Selama menjalani masa tahanan di penjara, Maryanto banyak merenung dan introspeksi diri atas tindakan dan kesalahan-kesalahan masa lalu tergabung dengan jaringan teroris yang merugikan banyak masyarakat dan menjadi musuh negara.
Bertemu dan kenal dengan Bon Ali membuat Maryanto serasa menemukan cahaya semangat baru untuk menjalani kehidupan. Dengan arahan, bimbingan dan kepedulian Bon Ali, saat ini Maryanto dapat hidup tenang bahagia bersama keluarga seperti masyarakat pada umumnya.
“Dulu badan saya sangat kurus dan saya masih ingat, tiga hari sebelum ke luar lapas, saya pengen sekali bebek goreng. Luar biasanya, tanpa saya minta, ketika dijemput Pak Ali pertama kali sebelum menuju ke rumah, saya diajak ke warung bebek goreng,” kenang Maryanto.
Hijrah dari lingkaran salah menuju kebenaran, Maryanto banyak menemukan jalan kebaikan salah satunya kemampuan yang ia miliki mampu mengobati orang sakit dengan metode terapi pijat dan bekam. Atas ilmu yang ia miliki, Maryanto meniatkan diri untuk berderma kepada sesama yang membutuhkan.
“Saya tidak mematok harga dalam setiap mengobati masyarakat untuk terapi, seikhlasnya dan sesuai kemampuan mereka saja. Insyaallah niat saya dari hati yang tulus, semoga atas ijin Allah siapapun yang saya terapi juga ikhlas sehingga mendapat kesembuhan,” jelas Maryanto.
Lebih lanjut Maryanto menyampaikan, dalam hal pengobatan terapi dirinya siap di panggil atau bagi masyarakat yang akan berobat dapat menghubunginya di nomor Hand Phone 0813 2617 8085.
“Pesan saya untuk siapapun jangan salah dalam memilih guru ngaji dan jangan salah memilih kajian. Percayalah hanya cinta NKRI yang akan membuat kita tenang dan bahagia,” jelas Maryanto.
Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Nur Ali Suwandi menjelaskan, pembangunan gedung TK Bumi Damai Gedangsari dapat terlaksana atas dukungan semua warga dan khususnya donatur utama dari dermawan Robinlu serta Andriansyah.
Selain itu lanjut Bon Ali, dirinya juga mengajak para santri anak-anak yatim piatu Yayasan Bumi Damai, anak-anak Eks Napier Teroris dan istri-istri Eks Napier Teroris untuk melihat dan belajar langsung dalam berinteraksi dengan warga masyarakat.
“Mereka perlu kita rangkul, kita ajak kembali untuk cinta NKRI. Dan tadi Alhamdulillah Pak Maryanto yang notabene Eks Napier Teroris luar biasa dengan keikhlasan hatinya membantu saudara-saudara saya di Gedangsari dengan pengobatan terapi gratis sebanyak 50 orang,” tutup Bon Ali. (Agus SW)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…