OPINI

Bersih Desa, Wisata Budaya Yang Belum Tergarap

Minggu Wage – Tidak setiap desa di Gunungkidul warganya kompak melaksanakan rasulan dalam sehari. Ketidakompakan tersebut satu sisi merupakan bagian dari  kebebasan berekspresi, namun dilihat dari sisi lain (pariwisata), ketidakbersamaan itu kurang mendukung  target besar, bahwa Gunungkidul harus menjadi daerah tujuan wisata.

Selama ini, warga level padukuhan memiliki kebebasan memilih hari pelaksanaan rasulan. Ada yang suka Ahad Paing, tetapi banyak pula yang memilih Minggu Kliwon, Senin Legi, Rebo Pon dan seterusnya.

Tidak pernah ada alasan logis, mengapa harus memilih hari dan pasaran tertentu. Yang pasti, mayoritas warga Gunungkidul berpedoman, bahwa pelaksanaan rasulan jatuh setelah  panen padi periode dua.

Sebagai contoh Ngalang, Kecamatan Gedangsari, sepanjang sejarah merupakan desa yang mampu menyatukan 14 padukuhan, berkumpul di Gubuk Gede menggelar rasulan bersama.

Tidak aneh, manakala rasulan Gubuk Gede mulai dilirik wisatawan manca negara. Kehadiran Duncan Bruce Cooley (47) turis asal   Inggris Minggu Pahing 16/7/17 silam, merupakan bukti bahwa rasulan  sekala desa memancarkan aura budaya khas Gunungkidul.

Manakala pelaksanaan rasulan, desa yang satu dengan yang lain berbeda hari, tidak masalah. Perbedaan tersebut  tambah memperjelas peta budaya, bahwa rasulan di Gunungkidul  tersebar di 144 desa.

Dikaitkan dengan pemasaran paket wisata, justru mempermudah penanganan. Paling tidak, memperlancar Dinas Pariwisata dalam menggandeng biro perjalanan atau hotel di seputar DIY.

Rasulan Desa dengan Rasulan Dusun, gaung dan bobotnya  pasti berbeda.  Rasulan sekala desa patut digalang untuk mempercepat Gunungkidul menjadi daerah tujuan wisata.

Jumlah wisatawan manca negara yang hadir pada upacara rasulan desa, bisa dijadikan sebagai salah satu pertanda, bahwa Gunungkidul benar-benar mendunia.

Seni yang dipilih sebagai suguhan, tidak harus berbau kraton. Budaya yang lahir dari alam pikiran rakyat kecil, pasti lebih menarik karena unik.

Bersih desa adalah wisata budaya yang harus digarap, disutradari secara kreatif dan profesional. Ini tidak mudah, karena butuh sentuhan seni yang melibatkan banyak pihak, mulai dari seniman tari, musik sampai koreografer.

 

Penulis: Agung Sedayu

infogunungkidul

Recent Posts

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

1 hari ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

2 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

6 hari ago

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

1 minggu ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

2 minggu ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago