RONGKOP – Jumat Pon | Bekti Wibowo Suptinarso, Kandidat Bupati dari independen makin lantang menyuarakan hancurnya kawasan karst di Gunungkidul. Tatkala anggota DPRD membisu, gejolak jiwanya makin menguat. Mekipun lemah, kedua jemari tangannya mengepal, tanda geram dan geregetan.
“Raungan gergaji mesin sayup-sayup terdengar dari kejauhan, suara gemeretak pohon tumbang dan dentuman breaker dari backhoe mulai terdengar seperti tembakan AK47, semakin lama-semakin dekat. Pastilah breaker itu menghujam gunung-gunung karst dan mendongkelnya untuk diratakan menjadi jalan lebar yang dibangun bukan untuk rakyat yang dipinggirkan . Tinggal menunggu waktu backhoe – backhoe itu akan menerjang dan merobohkan rumah-rumah, menyingkirkan tempat bermain anak desa, melumat tempat mereka lahir dan tumbuh dewasa,” ujarnya (15/08).
Ada yang berteriak memang, lanjutnya, ini tanda ada yang belum sepakat. Ada rakyat yang belum sepakat, tetapi apalah arti teriakan itu bagi penguasa, karena penguasa bukan pelayan rakyat. Seribu teriakan pun tidak akan didengar ketika yang dilayani bukan rakyat, tapi pemilik modal yang akan menyemai modalnya di sekitar jalan besar itu.
Tidak sedikit warga yang mengharap Bekti Wibowo Suptinarso serius dengan keinginannya untuk memimpin Gunungkidul, supaya penghancuran bukit karst berhenti total. (Bambang Putih)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…